Fase pertama adalah persiapan lahan. Sebelum tanam, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang sebanyak 10-15 ton per hektar atau 2-3 kg per meter persegi untuk lahan kecil. Campurkan pupuk kandang dengan tanah 1-2 minggu sebelum tanam. Pada fase ini, tambahkan juga 50-75 kg Urea, 50-75 kg SP-36, dan 75-100 kg KCl per hektar. Untuk pekebun rumahan, setarakan dengan 1 sendok makan Urea, 1 sendok makan SP-36, dan 1,5 sendok makan KCl per lubang tanam.
Fase kedua adalah pertumbuhan vegetatif (0-3 bulan). Setelah talas berumur 2-3 minggu, berikan pupuk susulan pertama. Gunakan 100-150 kg Urea, 50-75 kg SP-36, dan 75-100 kg KCl per hektar. Untuk lahan kecil, berikan 1 sendok makan Urea, 1 sendok makan SP-36, dan 1,5 sendok makan KCl per tanaman. Pupuk diberikan dengan cara ditabur melingkar di sekitar tanaman lalu ditutup tanah tipis. Ulangi pemupukan susulan kedua pada umur 6-8 minggu dengan dosis yang sama.
Fase ketiga adalah pengisian umbi (3-5 bulan). Kurangi dosis nitrogen dan tingkatkan kalium. Berikan 50-75 kg Urea, 25-50 kg SP-36, dan 100-150 kg KCl per hektar. Untuk pekebun rumahan, berikan 0,5 sendok makan Urea, 0,5 sendok makan SP-36, dan 2 sendok makan KCl per tanaman. Pemupukan terakhir dilakukan pada umur 4-5 bulan. Hindari pemupukan nitrogen terlalu dekat panen karena dapat menurunkan kualitas umbi. Pastikan tanah selalu lembab namun tidak tergenang, terutama saat pemupukan.