Penyebab pertama yang paling sering ditemui adalah defisit kelembapan tanah akibat penguapan yang tinggi saat kemarau panjang, yang membuat akar gagal menyerap nutrisi makro seperti nitrogen. Selain faktor lingkungan, populasi hama seperti tungau laba-laba atau kutu daun cenderung meningkat pesat di cuaca kering, bergerombol di bawah permukaan daun untuk menghisap cairan sel hingga daun kehilangan klorofil dan berubah warna menjadi kuning pucat.
Untuk memulihkan kondisi kebun talas Anda, lakukan penyiraman rutin dua kali sehari setiap pagi dan sore hari guna menjaga kelembapan zona perakaran di dalam tanah. Tambahkan lapisan mulsa organik berupa jerami padi atau sekam setebal lima sentimeter di pangkal rumpun untuk menekan penguapan air tanah yang berlebihan selama siang hari yang terik.
Pemupukan susulan dengan pupuk organik kaya nitrogen seperti kompos matang atau pupuk kandang terfermentasi sangat dianjurkan untuk diberikan setiap tiga minggu sekali sebanyak satu kilogram per rumpun. Jika serangan hama menjadi pemicu utama, lakukan penyemprotan air bertekanan sedang untuk merontokkan hama atau gunakan pestisida nabati sesuai petunjuk pada label kemasan dengan berkonsultasi terlebih dahulu pada petugas penyuluh lapangan setempat.