Pemupukan berimbang merupakan kunci utama untuk memicu pertumbuhan vegetatif awal dan pembentukan umbi yang berbobot. Berikan pupuk kandang atau kompos yang sudah matang sempurna sebanyak 2 hingga 3 kg per lubang tanam saat pengolahan tanah awal. Selanjutnya, lakukan pemupukan susulan menggunakan pupuk NPK pada umur 30, 90, dan 150 hari setelah tanam dengan dosis bertahap yang ditabur secara melingkar sejauh 15 cm dari pangkal batang.
Proses pembubunan atau penimbunan tanah ke pangkal batang harus dilakukan minimal dua kali selama masa tanam, yaitu pada umur 2 bulan dan 4 bulan setelah tanam. Pembubunan ini bertujuan untuk menutup umbi muda yang mulai membumbung ke permukaan tanah agar tidak terpapar sinar matahari langsung yang dapat menyebabkan umbi terasa pahit atau gatal. Selain itu, pembubunan juga membantu memperkuat berdirinya tanaman agar tidak mudah rebah saat diterpa angin kencang.
Pengelolaan air dan kebersihan lahan perlu dijaga ketat terutama hingga umur tanaman mencapai 5 bulan. Lakukan penyiangan gulma setiap 3 minggu sekali pada periode awal pertumbuhan agar tidak terjadi perebutan nutrisi tanah. Saat musim kemarau tiba, siram tanaman 2 hingga 3 kali seminggu agar tanah tetap lembab gembur, namun pastikan saluran drainase berfungsi baik agar air tidak tergenang yang dapat memicu pembusukan akar dan umbi.





