Talas, Cara Merawat Talas Agar Subur, Berumbi Besar, dan Sehat
Daniel Dan / Pexels

Cara Merawat Talas Agar Subur, Berumbi Besar, dan Sehat

Merawat talas agar tumbuh subur dan menghasilkan umbi yang besar membutuhkan pengaturan pengairan yang konsisten, pemupukan berkala, serta pembubunan tanah secara rutin.

Jawaban singkat

Tanaman talas (Colocasia esculenta) membutuhkan media tanam yang gembur dan kaya akan bahan organik dengan kelembapan tanah yang stabil. Pada awal penanaman, siapkan jarak tanam ideal 70 x 70 cm agar tajuk daun dapat berkembang maksimal tanpa saling menutupi. Meskipun talas dapat ditanam sepanjang tahun di wilayah beririgasi teknis, awal musim hujan adalah waktu paling tepat untuk memulai penanaman agar perakaran awal tumbuh kuat tanpa risiko kekeringan.

Ringkas: Talas

Cahaya
Sinar matahari penuh
Penyiraman
Tinggi, menyukai tanah basah dan lembap
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Pastikan ketersediaan air terjaga terutama pada awal pertumbuhan.

Pemupukan berimbang merupakan kunci utama untuk memicu pertumbuhan vegetatif awal dan pembentukan umbi yang berbobot. Berikan pupuk kandang atau kompos yang sudah matang sempurna sebanyak 2 hingga 3 kg per lubang tanam saat pengolahan tanah awal. Selanjutnya, lakukan pemupukan susulan menggunakan pupuk NPK pada umur 30, 90, dan 150 hari setelah tanam dengan dosis bertahap yang ditabur secara melingkar sejauh 15 cm dari pangkal batang.

Proses pembubunan atau penimbunan tanah ke pangkal batang harus dilakukan minimal dua kali selama masa tanam, yaitu pada umur 2 bulan dan 4 bulan setelah tanam. Pembubunan ini bertujuan untuk menutup umbi muda yang mulai membumbung ke permukaan tanah agar tidak terpapar sinar matahari langsung yang dapat menyebabkan umbi terasa pahit atau gatal. Selain itu, pembubunan juga membantu memperkuat berdirinya tanaman agar tidak mudah rebah saat diterpa angin kencang.

Pengelolaan air dan kebersihan lahan perlu dijaga ketat terutama hingga umur tanaman mencapai 5 bulan. Lakukan penyiangan gulma setiap 3 minggu sekali pada periode awal pertumbuhan agar tidak terjadi perebutan nutrisi tanah. Saat musim kemarau tiba, siram tanaman 2 hingga 3 kali seminggu agar tanah tetap lembab gembur, namun pastikan saluran drainase berfungsi baik agar air tidak tergenang yang dapat memicu pembusukan akar dan umbi.

Langkah-langkah

  1. Lakukan penyiangan gulma secara rutin di sekitar rumpun talas setiap 3 minggu sekali pada fase vegetatif awal.
  2. Siram tanaman secara teratur 2 kali sehari pada musim kemarau untuk menjaga kelembapan tanah tanpa membiarkannya tergenang.
  3. Berikan pupuk susulan NPK atau pupuk organik cair pada umur 1, 3, dan 5 bulan setelah tanam secara merata di sekeliling tajuk.
  4. Lakukan pembubunan tanah setinggi 10 hingga 15 cm pada bulan ke-2 dan ke-4 untuk menutup umbi dan merangsang pembesaran umbi baru.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa bulan talas bisa dipanen setelah ditanam?

Talas umumnya siap dipanen pada umur 6 hingga 9 bulan setelah tanam, ditandai dengan daun yang mulai menguning dan mengering.

Mengapa daun talas saya menguning dan layu?

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kekeringan ekstrem, kekurangan hara nitrogen, atau adanya genangan air berlebih yang memicu pembusukan akar.

Apakah talas membutuhkan sinar matahari penuh?

Ya, talas tumbuh optimal jika menerima sinar matahari penuh selama 6 hingga 8 jam per hari, meski masih toleran terhadap naungan ringan.

Bagaimana cara mencegah gatal pada umbi talas saat dikonsumsi?

Pilih umbi yang dirawat dengan pembubunan yang baik, lalu cuci bersih dan rebus atau kukus hingga benar-benar matang sempurna.

Apakah talas bisa ditanam dalam polibag atau pot?

Bisa, gunakan polibag berukuran minimal diameter 40 cm dengan media tanam gembur kaya bahan organik dan lubang drainase yang cukup.

Lebih lanjut tentang Talas

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.