Sorgum, Penyakit Sorgum di Musim Hujan: Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengatasinya
Petr Ganaj / Pexels

Penyakit Sorgum di Musim Hujan: Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengatasinya

Mengenali gejala dan penyebab penyakit sorgum di musim hujan sangat penting untuk mencegah penurunan hasil panen secara cepat dan tepat.

Jawaban singkat

Tingginya curah hujan dan kelembapan udara di atas 85 persen selama musim hujan di Indonesia menjadi pemicu utama berkembangnya berbagai penyakit jamur pada tanaman sorgum. Serangan penyakit foliar maupun busuk batang dapat menurunkan hasil panen hingga 40 sampai 60 persen jika tidak ditangani sejak dini. Pemantauan rutin setiap 3 hingga 5 hari sekali sangat dianjurkan untuk mendeteksi gejala awal infeksi pada area pertanaman.

Ringkas: Sorgum

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari minimal 8 jam
Penyiraman
Sedang, tahan kering tetapi butuh air saat pembungaan
Musim
Sepanjang tahun dengan pengaturan irigasi
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman alternatif pangan yang sangat tangguh di lahan marginal.

Penyakit daun seperti antraknosa dan bercak daun cercospora sering kali muncul pertama kali pada daun bagian bawah yang dekat dengan permukaan tanah yang basah. Gejala bercak memanjang atau bintik melingkar berpotensi meluas ke seluruh bagian kanopi dalam waktu 7 hingga 10 hari jika sirkulasi udara antar barisan tanaman buruk. Pengaturan jarak tanam yang tepat menjadi kunci utama menekan penyebaran spora jamur ini.

Selain penyakit daun, masalah sistemik seperti embun buluk dan busuk batang fusarium sering mengecoh petani karena gejalanya yang mirip dengan kekurangan hara. Batang yang membusuk di bagian dalam atau garis kekuningan memanjang pada daun muda menandakan gangguan serius pada jaringan pembuluh tanaman. Pembuatan saluran drainase selebar 30 cm dan kedalaman 20 cm sangat efektif mencegah genangan air yang memicu perkembangan patogen tular tanah ini.

Pengendalian penyakit sorgum yang ramah lingkungan dapat dilakukan dengan memanfaatkan agen hayati yang diaplikasikan pada tanah saat pengolahan lahan atau disemprotkan pada tajuk. Pembakaran atau pembenaman sisa-sisa tanaman yang terinfeksi setelah panen juga wajib dilakukan untuk memutus siklus hidup patogen sebelum memasuki musim tanam berikutnya.

Penyebab & Cara Mengatasi

Antraknosa (Colletotrichum sublineolum)

Ciri: Bercak kecil melingkar kemerahan atau kehitaman pada daun dan tangkai buah, terdapat bintik-bintik spora hitam di tengah bercak saat kondisi sangat lembap.

Solusi: Lakukan sanitasi daun yang terinfeksi berat, perbaiki sirkulasi udara dengan perempelan daun tua, dan semprotkan fungisida hayati sesuai petunjuk BPP.

Bercak Daun Cercospora (Cercospora sorghi)

Ciri: Bercak memanjang berbentuk persegi panjang berwarna keabu-abuan hingga cokelat kemerahan sejajar dengan tulang daun.

Solusi: Kurangi kelembapan tajuk dengan menjaga jarak tanam, hindari penyiraman berlebih, dan bersihkan gulma di sekitar pertanaman.

Embun Buluk (Peronosclerospora sorghi)

Ciri: Garis-garis klorotis (kuning) memanjang pada daun muda dan terdapat lapisan bertepung putih di permukaan bawah daun pada pagi hari.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman yang terinfeksi sistemik untuk mencegah penularan, serta gunakan benih unggul tahan embun buluk.

Busuk Batang Fusarium (Fusarium moniliforme)

Ciri: Tanaman layu mendadak, jaringan dalam batang berwarna merah keunguan atau cokelat, dan batang menjadi rapuh sehingga mudah rebah.

Solusi: Perbaiki drainase lahan agar tidak ada air tergenang, lakukan rotasi tanaman non-gramineae, dan aplikasikan agen hayati Trichoderma pada tanah.

Langkah-langkah

  1. Lakukan sanitasi lahan dengan membersihkan gulma dan membuang sisa-sisa tanaman musim sebelumnya setiap 7 hari sekali.
  2. Atur jarak tanam ideal minimal 70 cm antar barisan dan 20 cm dalam barisan untuk menjaga sirkulasi udara di musim hujan.
  3. Buat saluran drainase keliling dan antar bedengan dengan kedalaman 20 hingga 30 cm untuk mengalirkan kelebihan air hujan.
  4. Semprotkan agen pengendali hayati atau fungisida organik sesuai petunjuk label secara berkala pada awal gejala muncul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah sorgum tahan terhadap tergenang air di musim hujan?

Sorgum relatif tahan kekeringan, namun sangat peka terhadap genangan air jangka panjang yang dapat memicu busuk akar dan batang.

Bagaimana cara membedakan serangan jamur dan kekurangan hara pada sorgum?

Serangan jamur biasanya ditandai bercak lokal dengan tepi tegas atau lapisan spora, sedangkan kekurangan hara menunjukkan perubahan warna yang merata pada seluruh helai daun.

Kapan waktu terbaik mengaplikasikan agen hayati untuk pencegahan penyakit?

Waktu terbaik adalah saat pengolahan lahan sebelum tanam dan diulang pada sore hari setiap 2 minggu sekali selama musim hujan.

Apakah sisa tanaman sorgum yang sakit boleh dijadikan kompos?

Tidak dianjurkan. Sisa tanaman yang terinfeksi sebaiknya dibakar atau dikubur dalam-dalam di luar area pertanaman agar spora tidak menyebar.

Lebih lanjut tentang Sorgum

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.