Fase vegetatif awal (0-30 HST) adalah kunci pembentukan akar dan daun. Pada tahap ini, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos sebanyak 5-10 ton per hektar, ditambah urea 50-75 kg/ha, SP-36 100-150 kg/ha, dan KCl 50-75 kg/ha. Pupuk dasar diberikan saat tanam atau 7-10 hari setelah tanam. Jika tanah masam (pH <5,5), sebaiknya lakukan pengapuran 2 minggu sebelum tanam dengan dolomit 1-2 ton/ha.
Memasuki fase vegetatif akhir hingga pembungaan (30-60 HST), tanaman membutuhkan nitrogen dan kalium lebih tinggi. Lakukan pemupukan susulan pertama pada 30-35 HST dengan urea 100-150 kg/ha dan KCl 50-75 kg/ha. Cara aplikasi: buat alur di samping barisan tanaman sedalam 5-10 cm, tabur pupuk, lalu tutup dengan tanah. Pada fase ini, pastikan ketersediaan air cukup, terutama saat pembentukan malai (50-60 HST). Jika musim kemarau ekstrem, beri irigasi 2-3 kali seminggu.
Fase pengisian biji (60-90 HST) membutuhkan kalium dan fosfor untuk meningkatkan bobot biji. Berikan pupuk susulan kedua pada 60-65 HST dengan KCl 50-75 kg/ha dan SP-36 50 kg/ha. Hindari pemberian nitrogen berlebihan pada fase ini karena dapat menunda pemasakan dan meningkatkan risiko rebah. Panen sorgum biasanya dilakukan pada 90-120 HST, tergantung varietas. Lakukan uji tanah setiap 2-3 tahun untuk menyesuaikan dosis pupuk.