Panduan Lengkap Cara Menanam Sorgum di Indonesia dari Awal hingga Panen

Menanam sorgum secara sukses di Indonesia membutuhkan pemilihan benih unggul, pengolahan lahan kering yang tepat, serta pemupukan berimbang agar menghasilkan bulir berkualitas tinggi.

Jawaban singkat

Sorgum (Sorghum bicolor) adalah tanaman pangan serbaguna yang sangat adaptif terhadap iklim tropis Indonesia, terutama di lahan kering dan tegalan. Persiapan lahan dimulai pada awal musim kemarau atau akhir musim hujan dengan melakukan pembajakan tanah sedalam 20 hingga 30 sentimeter untuk menggemburkan tanah dan membersihkan sisa gulma. Buatlah salurandrainase agar air tidak menggenang saat hujan turun lebat, karena akar sorgum sangat sensitif terhadap genangan air yang terlalu lama.

Ringkas: Sorgum

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari minimal 8 jam
Penyiraman
Sedang, tahan kering tetapi butuh air saat pembungaan
Musim
Sepanjang tahun dengan pengaturan irigasi
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman alternatif pangan yang sangat tangguh di lahan marginal.

Penanaman benih dilakukan dengan membuat lubang Tanam sedalam 3 hingga 5 sentimeter dengan jarak tanam ideal 70 x 20 sentimeter. Masukkan 2 sampai 3 biji sorgum ke dalam tiap lubang, lalu timbun dengan tanah tipis tanpa dipadatkan terlalu keras. Benih biasanya akan berkecambah dalam waktu 4 hingga 7 hari setelah tanam. Lakukan penyulaman pada tanaman yang tidak tumbuh saat tanaman berusia 10 hari setelah tanam untuk menjaga populasi optimal di lahan.

Pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan gulma yang dilakukan dua kali pada saat tanaman berusia 2 minggu dan 4 minggu setelah tanam bersamaan dengan pembumbunan tanah di sekitar akar. Pemupukan susulan menggunakan pupuk nitrogen dan kalium diberikan pada saat tanaman berumur 30 hari dan 45 hari setelah tanam untuk merangsang pertumbuhan malai bunga yang lebat. Pastikan kecukupan air pada fase pembungaan dan pengisian biji karena kekurangan air pada masa ini dapat menurunkan hasil panen secara drastis.

Pemanenan sorgum dilakukan saat tanaman berusia 90 hingga 110 hari setelah tanam, tergantung pada varietas yang digunakan. Ciri fisik siap panen adalah biji sorgum terasa keras bila ditekan dengan kuku, warna biji telah berubah merata sesuai varietasnya, dan kadar air biji berkisar antara 20 hingga 25 persen. Potong malai sorgum menggunakan arit tajam, lalu jemur malai di bawah terik matahari selama 3 hingga 4 hari sebelum dilakukan perontokan biji untuk disimpan.

Langkah-langkah

  1. Pilih varietas unggul sorgum yang tahan rebah dan sesuai dengan kondisi iklim setempat.
  2. Olah tanah tegalan hingga gembur dan buatlah sistemdrainase yang baik.
  3. Tanam benih dengan kedalaman 3 cm menggunakan jarak tanam 70 x 20 cm.
  4. Lakukan pemupukan berimbang, penyiangan gulma, dan pengendalian hama secara berkala.
  5. Panen malai sorgum saat biji keras dan kering di pohon pada usia 100 hari.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik menanam sorgum?

Menanam sorgum paling baik pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau.

Berapa lama usia panen sorgum?

Umumnya sorgum dapat dipanen pada usia 90 hingga 110 hari setelah tanam.

Apakah sorgum tahan terhadap kekeringan?

Ya, sorgum jauh lebih tahan kering dibandingkan padi atau jagung.

Bagaimana cara mengetahui sorgum siap panen?

Biji sorgum sudah keras, berwarna cerah merata, dan kadar airnya menurun.

Berapa kebutuhan benih sorgum per hektar?

Kebutuhan benih berkisar antara 8 hingga 10 kilogram per hektar.

Lebih lanjut tentang Sorgum

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.