Penanaman benih dilakukan secara langsung dengan memasukkan 2 sampai 3 biji sorgum per lubang tanam pada kedalaman 3 cm. Pengairan awal sangat penting diberikan 1 kali sehari pada 10 hari pertama hingga benih berkecambah secara merata di lahan. Pemberian pupuk kandang atau kompos dengan dosis 5 ton per hektar dilakukan saat pengolahan tanah awal untuk menyuplai nutrisi organik bagi pertumbuhan awal tanaman.
Pemeliharaan tanaman meliputi penjarangan pada umur 14 hari setelah tanam (HST) dengan menyisakan 2 tanaman terkuat per lubang, serta pembumbunan tanah pada umur 30 HST untuk memperkokoh perakaran. Penyiangan gulma dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pada umur 15 HST dan 45 HST agar tidak terjadi perebutan nutrisi. Pengairan susulan cukup dilakukan setiap 10 hingga 14 hari sekali terutama saat fase pembungaan jika kondisi cuaca sangat kering.
Panen sorgum dapat dilakukan ketika tanaman berumur 90 hingga 110 hari setelah tanam, ditandai dengan biji yang terasa keras bila digigit dan daun bagian bawah mulai menguning. Pemanenan dilakukan dengan memotong malai sorgum sekitar 15 cm di bawah pangkal bulir menggunakan sabit tajam pada pagi hari yang cerah. Setelah dipanen, malai segera dijemur di bawah sinar matahari selama 3 hingga 5 hari hingga kadar air biji turun mencapai 12 persen agar aman disimpan.





