Penanaman benih dilakukan dengan membuat lubang Tanam sedalam 3 hingga 5 sentimeter dengan jarak tanam ideal 70 x 20 sentimeter. Masukkan 2 sampai 3 biji sorgum ke dalam tiap lubang, lalu timbun dengan tanah tipis tanpa dipadatkan terlalu keras. Benih biasanya akan berkecambah dalam waktu 4 hingga 7 hari setelah tanam. Lakukan penyulaman pada tanaman yang tidak tumbuh saat tanaman berusia 10 hari setelah tanam untuk menjaga populasi optimal di lahan.
Pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan gulma yang dilakukan dua kali pada saat tanaman berusia 2 minggu dan 4 minggu setelah tanam bersamaan dengan pembumbunan tanah di sekitar akar. Pemupukan susulan menggunakan pupuk nitrogen dan kalium diberikan pada saat tanaman berumur 30 hari dan 45 hari setelah tanam untuk merangsang pertumbuhan malai bunga yang lebat. Pastikan kecukupan air pada fase pembungaan dan pengisian biji karena kekurangan air pada masa ini dapat menurunkan hasil panen secara drastis.
Pemanenan sorgum dilakukan saat tanaman berusia 90 hingga 110 hari setelah tanam, tergantung pada varietas yang digunakan. Ciri fisik siap panen adalah biji sorgum terasa keras bila ditekan dengan kuku, warna biji telah berubah merata sesuai varietasnya, dan kadar air biji berkisar antara 20 hingga 25 persen. Potong malai sorgum menggunakan arit tajam, lalu jemur malai di bawah terik matahari selama 3 hingga 4 hari sebelum dilakukan perontokan biji untuk disimpan.