Diagnosis Daun Sorgum Menguning di Musim Kemarau

Daun sorgum yang menguning pada musim kemarau di Indonesia umumnya disebabkan oleh cekaman kekeringan, kekurangan unsur hara nitrogen, atau serangan penyakit bulai.

Jawaban singkat

Sorgum dikenal sebagai tanaman serealia yang sangat toleran terhadap kekeringan dibandingkan jagung atau padi, namun bukan berarti kebal. Ketika musim kemarau berlangsung lebih dari 30 hari tanpa hujan dan tanpa irigasi tambahan, akar sorgum kesulitan menyerap air tanah yang semakin menyusut. Akibatnya, proses transpirasi terganggu dan klorofil pada daun tua mulai terdegradasi, memunculkan warna kuning yang dimulai dari bagian bawah tanaman lalu merambat ke atas secara perlahan.

Ringkas: Sorgum

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari minimal 8 jam
Penyiraman
Sedang, tahan kering tetapi butuh air saat pembungaan
Musim
Sepanjang tahun dengan pengaturan irigasi
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman alternatif pangan yang sangat tangguh di lahan marginal.

Faktor kedua yang sering memicu gejala kuning pada daun adalah defisiensi unsur hara makro, terutama nitrogen, yang mudah tercuci atau tidak terserap optimal saat tanah terlalu kering. Pada tanah tegalan di Indonesia yang sering mengalami pemupukan tidak berimbang, tanaman sorgum usia 30 hingga 45 hari pasca tanam sangat rentan menunjukkan gejala klorosis seragam pada daun muda dan tua. Unsur nitrogen sangat krusial untuk pembentukan protein dan zat hijau daun, sehingga kekurangannya langsung menurunkan kapasitas fotosintesis tanaman secara drastis.

Selain faktor abiotik, serangan patogen tular tanah dan udara seperti jamur penyebab bulai (Peronosclerospora sorghi) juga kerap mengancam pertanaman sorgum di musim kemarau basah atau masa transisi. Penyakit ini meninggalkan jejak khas berupa garis-garis klorotik atau kuning sejajar dengan tulang daun yang akhirnya berubah menjadi nekrotik. Jika kelembapan malam hari cukup tinggi akibat embun pagi yang pekat, spora jamur ini dapat menyebar dengan cepat dan melumpuhkan pertumbuhan tanaman muda dalam hitungan minggu.

Untuk memulihkan kondisi tanaman, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan ketersediaan air melalui penyiraman terarah minimal dua kali seminggu jika sumur atau irigasi tersedia. Diikuti dengan pemupukan susulan berbasis nitrogen yang dibenamkan ke dalam tanah di sekitar perakaran, lalu ditutup kembali agar unsur hara tidak menguap di bawah terik matahari kemarau. Pemantauan rutin terhadap kebersihan gulma di sekitar rumpun sorgum juga sangat membantu menekan kompetisi penyerapan air dan nutrisi.

Penyebab & Cara Mengatasi

Cekaman Kekeringan (Drought Stress)

Ciri: Daun tua menguning merata, menggulung ke dalam untuk mengurangi penguapan, dan tanah di sekitar perakaran retak serta sangat kering.

Solusi: Lakukan penyiraman secara berkala pada pagi atau sore hari, serta aplikasikan mulsa jerami padi di sekitar pangkal batang untuk menekan penguapan air tanah.

Defisiensi Nitrogen

Ciri: Daun menguning secara seragam mulai dari daun bagian bawah yang lebih tua, pertumbuhan tanaman kerdil, dan batang terlihat kurus serta kaku.

Solusi: Berikan pupuk susulan kaya nitrogen yang dibenamkan sedalam 5 cm di sebelah alur tanam, lalu segera siram agar pupuk larut dan diserap akar.

Penyakit Bulai (Peronosclerospora sorghi)

Ciri: Muncul garis-garis kuning atau klorotik memanjang sejajar tulang daun, seringkali tampak bulu halus putih seperti tepung di permukaan bawah daun saat pagi hari.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman yang terserang berat dengan cara dibakar agar tidak menular, serta gunakan benih bersertifikat tahan penyakit pada musim tanam berikutnya.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan visual secara menyeluruh pada tegakan tanaman sorgum setiap tiga hari sekali untuk mendeteksi dini perubahan warna daun.
  2. Identifikasi pola kekuningan pada daun untuk membedakan antara kekurangan air, kurang pupuk, atau gejala serangan patogen.
  3. Lakukan tindakan korektif berupa penyesuaian volume air irigasi atau pemberian tambahan nutrisi tanah sesuai hasil diagnosis lapangan.
  4. Pangkas daun yang sudah menguning parah atau terserang penyakit berat guna mencegah penularan ke daun lain yang masih sehat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun sorgum menguning bisa pulih kembali?

Bisa, asalkan penyebab utamanya seperti kekurangan air atau nitrogen segera diatasi sebelum jaringan daun mengalami kematian total atau nekrosis.

Kapan waktu penyiraman terbaik untuk sorgum di musim kemarau?

Waktu terbaik adalah pagi hari sebelum pukul 09.00 atau sore hari setelah pukul 15.00 untuk meminimalkan penguapan air.

Apakah hama kutu daun bisa menyebabkan sorgum menguning?

Ya, kutu daun mengisap cairan sel daun sehingga meninggalkan bercak kekuningan dan kutilang (kurus tinggi kering) pada tanaman.

Berapa lama interval pemupukan nitrogen susulan pada sorgum?

Biasanya dilakukan dua kali, yaitu pada umur 15-20 hari dan 35-40 hari setelah tanam.

Apakah tanah masam di lahan kering memicu daun menguning?

Ya, tanah masam menghambat ketersediaan unsur hara makro dan mikro, sehingga pengapuran lahan sebelum tanam sangat dianjurkan.

Lebih lanjut tentang Sorgum

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.