Penyebab utama menguningnya daun sorgum di lahan kering meliputi kekurangan unsur hara makro seperti Nitrogen dan Kalium, stres air rendah, serta serangan hama Kutu Daun Kuning. Ketika tanah retak di musim kemarau panjang tanpa irigasi berkala, penyerapan hara terhenti total sehingga daun tua di bagian bawah mulai menguning dari ujung menuju tulang daun membentuk pola V terbalik. Pengamatan cermat pada pola kuning tersebut menjadi kunci diagnosis awal di lapangan.
Untuk mengatasi masalah ini, pemberian pemupukan susulan berbasis bahan organik cair dan pupuk nitrogen berimbang perlu dilakukan bersamaan dengan irigasi selingan setiap 7 hingga 10 hari sekali. Pengelolaan lahan pada areal 1000 meter persegi membutuhkan tambahan kompos matang sebanyak 500 kilogram saat pembumbunan untuk meningkatkan kapasitas genggam air tanah di kawasan kering. Langkah perbaikan struktur tanah ini sangat membantu tanaman bertahan hingga masa panen tiba.
Pemantauan rutin seminggu dua kali pada permukaan bawah daun sangat krusial untuk mendeteksi koloni hama sejak dini. Jika ditemukan gumpalan cairan embun madu atau jelaga hitam, segera lakukan tindakan pengendalian fisik dan hayati sebelum klorosis meluas ke daun bendera yang menentukan bobot biji sorgum saat panen. Dengan penanganan cepat, potensi hasil panen sorgum tetap dapat diselamatkan secara optimal.





