Persiapan lahan dilakukan dengan membajak sedalam 20-30 cm dan membuat bedengan selebar 1-2 meter untuk drainase baik. Tanam benih sorgum dengan jarak 70-80 cm antar baris dan 20-25 cm dalam baris, 2-3 benih per lubang, lalu tutup tipis. Waktu tanam terbaik adalah awal musim hujan (Oktober-November) atau saat hujan mulai turun. Pemupukan dasar dengan pupuk kandang 5-10 ton/ha atau kompos 3-5 ton/ha diberikan saat olah tanah.
Perawatan meliputi penyiraman secukupnya, terutama saat fase perkecambahan dan pembentukan malai. Sorgum toleran kekeringan, namun kekurangan air saat berbunga dapat menurunkan hasil. Lakukan penyiangan gulma secara manual atau herbisida selektif sesuai dosis anjuran. Pemupukan susulan dengan urea 100-150 kg/ha (sepertiga dosis saat tanam, sisanya 30 HST) dan KCl 50-100 kg/ha saat 30-40 HST. Pembumbunan dilakukan bersamaan pemupukan untuk memperkokoh akar.
Pengendalian hama utama seperti penggerek batang (Chilo partellus) dan kutu daun dapat dilakukan dengan musuh alami (predator) atau insektisida nabati (ekstrak mimba/neem). Penyakit karat daun (Puccinia purpurea) dicegah dengan varietas tahan dan jarak tanam tidak terlalu rapat. Panen dilakukan saat malai berwarna coklat dan biji keras (sekitar 90-120 HST). Potong malai, jemur 3-5 hari, lalu perontokan. Hasil rata-rata 3-5 ton/ha.