Cara Merawat Sorgum Agar Subur & Sehat

Panduan lengkap merawat sorgum dari tanam hingga panen, cocok untuk lahan kering di Indonesia.

Jawaban singkat

Sorgum (Sorghum bicolor) adalah tanaman serealia yang tahan kekeringan dan cocok ditanam di lahan kering Indonesia, terutama saat musim kemarau atau di daerah dengan curah hujan rendah. Untuk mencapai hasil optimal, perawatan yang tepat sejak persiapan lahan hingga panen sangat penting. Berikut panduan praktis merawat sorgum agar subur dan sehat.

Ringkas: Sorgum

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari minimal 8 jam
Penyiraman
Sedang, tahan kering tetapi butuh air saat pembungaan
Musim
Sepanjang tahun dengan pengaturan irigasi
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman alternatif pangan yang sangat tangguh di lahan marginal.

Persiapan lahan dilakukan dengan membajak sedalam 20-30 cm dan membuat bedengan selebar 1-2 meter untuk drainase baik. Tanam benih sorgum dengan jarak 70-80 cm antar baris dan 20-25 cm dalam baris, 2-3 benih per lubang, lalu tutup tipis. Waktu tanam terbaik adalah awal musim hujan (Oktober-November) atau saat hujan mulai turun. Pemupukan dasar dengan pupuk kandang 5-10 ton/ha atau kompos 3-5 ton/ha diberikan saat olah tanah.

Perawatan meliputi penyiraman secukupnya, terutama saat fase perkecambahan dan pembentukan malai. Sorgum toleran kekeringan, namun kekurangan air saat berbunga dapat menurunkan hasil. Lakukan penyiangan gulma secara manual atau herbisida selektif sesuai dosis anjuran. Pemupukan susulan dengan urea 100-150 kg/ha (sepertiga dosis saat tanam, sisanya 30 HST) dan KCl 50-100 kg/ha saat 30-40 HST. Pembumbunan dilakukan bersamaan pemupukan untuk memperkokoh akar.

Pengendalian hama utama seperti penggerek batang (Chilo partellus) dan kutu daun dapat dilakukan dengan musuh alami (predator) atau insektisida nabati (ekstrak mimba/neem). Penyakit karat daun (Puccinia purpurea) dicegah dengan varietas tahan dan jarak tanam tidak terlalu rapat. Panen dilakukan saat malai berwarna coklat dan biji keras (sekitar 90-120 HST). Potong malai, jemur 3-5 hari, lalu perontokan. Hasil rata-rata 3-5 ton/ha.

Langkah-langkah

  1. 1. Olah lahan dengan bajak sedalam 20-30 cm, buat bedengan lebar 1-2 m.
  2. 2. Tanam benih 2-3 per lubang, jarak 70x20 cm, tutup tipis, awal musim hujan.
  3. 3. Siram secukupnya saat fase kritis (kecambah dan berbunga), siangi gulma rutin.
  4. 4. Pupuk susulan urea 100-150 kg/ha (½ saat tanam, ½ 30 HST) dan KCl 50-100 kg/ha 30 HST.
  5. 5. Lakukan pembumbunan saat 30 HST bersamaan pemupukan.
  6. 6. Panen saat malai coklat dan biji keras (90-120 HST), jemur 3-5 hari, lalu perontokan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu tanam sorgum yang tepat di Indonesia?

Awal musim hujan (Oktober-November) atau saat hujan mulai turun secara merata. Di lahan kering, tanam saat awal kemarau jika ada irigasi.

Berapa jarak tanam yang ideal untuk sorgum?

Jarak antar baris 70-80 cm dan dalam baris 20-25 cm. Jarak ini memberikan ruang cukup untuk pertumbuhan dan memudahkan perawatan.

Bagaimana cara mengatasi hama penggerek batang?

Gunakan musuh alami seperti parasitoid telur (Trichogramma) atau aplikasi insektisida nabati ekstrak mimba. Jika parah, konsultasi dengan penyuluh untuk insektisida kimia sesuai dosis.

Apakah sorgum perlu dipupuk?

Ya. Pupuk dasar pupuk kandang 5-10 ton/ha, pupuk susulan urea 100-150 kg/ha dan KCl 50-100 kg/ha. Pemupukan disesuaikan dengan kondisi tanah.

Berapa lama sorgum siap panen?

Sekitar 90-120 hari setelah tanam tergantung varietas. Tanda panen: malai berwarna coklat, biji keras, dan daun mulai menguning.

Bisakah sorgum ditanam di lahan bekas padi?

Bisa, asalkan drainase baik. Sorgum toleran terhadap tanah kering, namun hindari lahan tergenang.

Lebih lanjut tentang Sorgum

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.