Sorgum, Panduan Cara Merawat Sorgum Agar Subur dan Panen Melimpah
Petr Ganaj / Pexels

Panduan Cara Merawat Sorgum Agar Subur dan Panen Melimpah

Perawatan sorgum yang tepat melibatkan penjarangan bibit, pemupukan berimbang, pengairan efisien, serta pengendalian gulma berkala agar tanaman tumbuh subur dan hasil panen optimal.

Jawaban singkat

Sorgum merupakan tanaman pangan alternatif yang sangat tahan kekeringan dan cocok ditanam di berbagai wilayah Indonesia, baik pada awal musim hujan maupun akhir musim hujan. Saat tanaman berumur 10-14 hari setelah tanam (HST), lakukan penjarangan dengan menyisakan 2 tanaman terkuat per lubang tanam dengan jarak antar baris 75 cm x 20 cm untuk memastikan sirkulasi udara dan penerimaan cahaya matahari maksimal.

Ringkas: Sorgum

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari minimal 8 jam
Penyiraman
Sedang, tahan kering tetapi butuh air saat pembungaan
Musim
Sepanjang tahun dengan pengaturan irigasi
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman alternatif pangan yang sangat tangguh di lahan marginal.

Pemupukan susulan pertama dilakukan pada umur 15-20 HST menggunakan pupuk nitrogen dan fosfat sekitar 100 kg per hektar, dilanjutkan pemupukan kedua pada umur 35-40 HST saat fase vegetatif akhir menjelang berbunga. Bersamaan dengan pemupukan kedua, lakukan pembumbunan tanah setinggi 10-15 cm di sekitar pangkal batang untuk memperkuat perakaran agar sorgum tidak mudah rebah saat terpaan angin kencang.

Meskipun sorgum tergolong hemat air, pengairan tetap diperlukan pada fase kritis yaitu saat perkecambahan, pembentukan malai (30-45 HST), dan pengisian biji (60-75 HST) dengan frekuensi 1-2 minggu sekali tergantung kelembapan tanah. Penyiangan gulma dilakukan secara mekanis pada umur 15 HST dan 30 HST agar nutrisi tanah tidak berebut dengan gulma pengganggu.

Menjelang fase pematangan biji di umur 80-100 HST, tantangan utama adalah serangan burung dan hama ulat grayak. Pemasangan jaring penghalau burung atau orang-orang sawah sangat efektif dipasang saat biji mulai masak susu hingga panen pada umur 100-110 HST, ditandai dengan biji yang mengeras dan munculnya bercak hitam (black layer) pada pangkal biji.

Langkah-langkah

  1. Lakukan penjarangan bibit pada umur 10-14 HST dengan menyisakan 2 tanaman paling sehat dan kuat per lubang tanam.
  2. Lakukan penyiangan gulma pertama dan pemupukan susulan I pada umur 15-20 HST di sekitar pangkal tanaman.
  3. Lakukan pembumbunan tanah dan pemupukan susulan II pada umur 35-40 HST untuk memperkuat batang sebelum berbunga.
  4. Jagalah kelembapan tanah melalui pengairan berkala pada fase kritis pembentukan malai dan pengisian biji.
  5. Pasang jaring peneduh atau penghalau burung menjelang fase matang susu (80-100 HST) hingga waktu panen tiba.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah sorgum bisa ditanam di lahan kering tanpa irigasi?

Bisa, sorgum memiliki sistem perakaran dalam dan efisiensi air yang tinggi, namun hasil akan lebih optimal jika mendapat cukup air pada fase kritis.

Berapa kali pemupukan ideal untuk tanaman sorgum?

Idealnya dilakukan 2 sampai 3 kali, yaitu pemupukan dasar saat tanam, pemupukan susulan pertama (15-20 HST), dan pemupukan susulan kedua (35-40 HST).

Kapan waktu terbaik untuk memanen sorgum?

Sorgum siap dipanen saat umur 100-110 HST, ketika biji sudah mengeras, kadar air menurun, dan muncul lapisan hitam di pangkal biji.

Bagaimana cara mencegah serangan burung pada bulir sorgum?

Gunakan jaring penghalau burung, pita berkilau, orang-orang sawah, atau pilih varietas sorgum berpolifenol tinggi yang kurang disukai burung.

Lebih lanjut tentang Sorgum

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.