Padi, Diagnosis Diferensial Penyakit Padi Utama di Musim Hujan dan Solusinya
icon0 com / Pexels

Diagnosis Diferensial Penyakit Padi Utama di Musim Hujan dan Solusinya

Mengenali gejala spesifik penyakit padi saat musim hujan sangat penting agar penanganan dengan agen hayati maupun teknis budidaya tepat sasaran tanpa membuang biaya.

Jawaban singkat

Musim hujan di Indonesia membawa kelembapan udara tinggi melebihi 85 persen dan suhu berkisar 25 hingga 30 derajat Celsius, kondisi ideal bagi perkembangan berbagai patogen utama tanaman padi. Risiko serangan penyakit jamur dan bakteri meningkat hingga tiga kali lipat dibanding musim kemarau, terutama pada lahan sawah irigasi yang tergenang terus-menerus tanpa pengeringan berkala.

Ringkas: Padi

Cahaya
Penuh sepanjang hari (6-8 jam matahari langsung)
Penyiraman
Pengairan berselang (intermittent), macak-macak hingga tergenang 3-5 cm
Musim
Awal musim hujan (rendeng) dan awal musim kemarau (gadu)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Kunci keberhasilan ada pada pengamatan rutin seminggu dua kali dan kekompakan tanam serentak dalam satu hamparan.

Penyakit Hawar Daun Bakteri atau Kresek yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae sering mengganas ketika petani memberikan pupuk Urea berlebihan melampaui 200 kg per hektar tanpa diimbangi pupuk Kalium. Gejala berupa garis basah keabu-abuan di tepi daun yang memutih dan mengering cepat terjadi pada umur 20 hingga 45 hari setelah tanam.

Penyakit Blas yang dipicu oleh jamur Pyricularia oryzae menjadi ancaman mematikan berikutnya saat curah hujan tinggi mendominasi. Serangan pada fase vegetatif menyebabkan bercak berbentuk belah ketupat pada daun, sedangkan serangan pada fase generatif menyebabkan patah leher malai yang mengakibatkan bulir padi hampa hingga 80 persen.

Pengendalian penyakit padi musim hujan secara terpadu wajib mengombinasikan sistem tanam Jajar Legowo 2:1 untuk memperlancar sirkulasi udara, aplikasi agens hayati Pseudomonas fluorescens atau Trichoderma sp. seminggu sekali, serta pengeringan berkala lahan selama 3 hingga 5 hari pada fase anakan maksimum.

Penyebab & Cara Mengatasi

Hawar Daun Bakteri (Kresek / Xanthomonas oryzae)

Ciri: Luka kebasahan di tepi daun yang memanjang, berubah kuning lalu abu-abu keputihan melipat ke dalam; keluar eksudat bakteri berupa embun kuning keemasan di pagi hari.

Solusi: Kurangi porsi pupuk nitrogen, tambahkan pupuk Kalium (KCL) 50 kg per hektar, lakukan pengeringan berselang (intermittent irrigation), dan semprot agens hayati bakteri antagonis.

Penyakit Blas Daun & Leher (Pyricularia oryzae)

Ciri: Bercak berbentuk belah ketupat berpola pusat abu-abu atau cokelat tua dengan tepi kemerahan pada daun; leher malai membusuk kecokelatan dan mudah patah.

Solusi: Gunakan varietas tahan blas, terapkan jarak tanam Jajar Legowo, semprot mikroorganisme antagonis Trichoderma sp. sejak perlakuan benih hingga fase pembungaan.

Hawar Pelepah Daun (Rhizoctonia solani)

Ciri: Bercak oval bersambung seperti sisik ular berwarna abu-abu kehijauan pada pelepah dekat permukaan air sawah, membuat batang tanaman lemah dan mudah rebah.

Solusi: Atur jarak tanam agar tidak terlalu rapat, buang sisa jerami terinfeksi dari lahan, dan alirkan air sawah agar tidak menggenang terlalu dalam melebihi 5 cm.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan rutin keliling pematang sawah minimal 2 kali seminggu pada pagi hari untuk memeriksa gejala awal di pelepah dan daun.
  2. Terapkan pengairan berselang (intermittent irrigation) dengan mengeringkan lahan selama 3 hingga 5 hari hingga tanah membalat sebelum diairi kembali setinggi 2 hingga 3 cm.
  3. Semprotkan agens hayati berbasis Trichoderma sp. atau Pseudomonas fluorescens pada umur 14, 28, dan 42 hari setelah tanam pada sore hari.
  4. Jika serangan melampaui ambang ekonomi, konsultasikan penggunaan fungisida atau bakterisida berbahan aktif tepat sesuai rekomendasi petugas BPP setempat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan utama antara gejala Kresek dan penyakit Blas pada daun padi?

Kresek ditandai garis basah memanjang dari tepi daun yang berubah menjadi abu-abu keputihan, sedangkan Blas membentuk bercak khas berbentuk belah ketupat dengan bagian tengah berwarna abu-abu dan pinggiran cokelat keunguan.

Mengapa penyakit padi lebih sering mengganas saat musim hujan?

Kelembapan udara di atas 85 persen dan tetesan air hujan memfasilitasi spora jamur serta bakteri untuk berkembang biak, menyebar melalui percikan air, serta menginfeksi luka mikroskopis pada daun padi.

Apakah pupuk KCL benar-benar bisa menekan perkembangan penyakit padi?

Ya, pupuk Kalium mempertebal dinding sel tanaman padi sehingga jaringan daun dan batang menjadi lebih keras serta sulit ditembus oleh hifa jamur maupun bakteri patogen.

Bagaimana cara mencegah penularan penyakit Blas leher pada fase pembungaan?

Pencegahan dilakukan dengan penyemprotan agens hayati Trichoderma sp. atau fungisida preventif pada fase bunting akhir (booting) dan saat 10 persen malai mulai keluar.

Apakah jerami bekas tanaman yang sakit boleh langsung dibajak ke dalam tanah?

Jerami terinfeksi sebaiknya dikomposkan terlebih dahulu menggunakan dekomposer atau dibakar terbatas jika serangan sangat parah agar spora yang bertahan tidak menginfeksi pertanaman berikutnya.

Lebih lanjut tentang Padi

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.