Pengolahan lahan dilakukan dua tahap melalui pembajakan pertama untuk membalik tanah dan pelumpuran menggunakan traktor pada dua minggu kemudian untuk menghancurkan agregat tanah serta meratakan permukaan. Genangan air setinggi 2 hingga 5 centimeter dipertahankan selama pengolahan agar gulma membusuk dan tanah menjadi berlumpur sempurna sebagai media tanam ideal bagi perakaran muda. Pengaturan drainase keliling pematang sangat penting untuk membuang kelebihan air hujan deras yang sering terjadi di wilayah tropis.
Penanaman bibit dilakukan saat bibit berumur 18 hingga 21 hari dengan sistem tanam jajar legowo 2:1 atau 4:1 untuk memaksimalkan paparan sinar matahari dan memudahkan perawatan. Sebanyak 1 hingga 3 batang bibit ditanam per lubang dengan kedalaman dangkal sekitar 2 hingga 3 sentimeter agar anakan produktif dapat tumbuh optimal. Penyulaman tanaman yang mati dilakukan pada 7 hingga 14 hari setelah tanam agar populasi di petakan sawah tetap seragam dan tidak ada ruang kosong.
Pemeliharaan rutin meliputi pengairan berselang atau intermittent irrigation untuk menghemat air pada musim kemarau dan penyiangan gulma manual pada umur 20 serta 40 hari setelah tanam. Pemanenan dilakukan saat 90 hingga 95 persen bulir padi telah menguning dan merunduk dengan kadar air gabah 22 hingga 25 persen yang diukur menggunakan alat ukur kadar air. Gabah segera dijemur di bawah terik matahari selama 2 hingga 3 hari atau dikeringkan dengan mesin pengering hingga kadar air mencapai 14 persen sebelum disimpan atau digiling.