Masuk ke fase vegetatif pertama pada umur 7 hingga 14 hari setelah tanam (HST), tanaman padi membutuhkan unsur hara nitrogen yang cukup tinggi untuk merangsang pembentukan anakan produktif. Pemupukan susulan pertama ini dikombinasikan dengan pupuk NPK berimbang. Di musim hujan, perhatikan drainase sawah saat aplikasi pupuk agar nutrisi tidak larut terbawa aliran air berlebih, sedangkan pada musim kemarau pastikan kondisi tanah sawah dalam keadaan macak-macak atau lembab basah.
Pemupukan susulan kedua dilakukan pada fase vegetatif akhir atau pembentukan anakan maksimum sekitar umur 20 hingga 30 HST. Penggunaan Bagan Warna Daun (BWD) sangat disarankan untuk mengukur tingkat kecukupan nitrogen pada daun padi secara tepat sebelum menambahkan pupuk nitrogen. Jika skala BWD menunjukkan warna hijau muda di bawah skala 4, penambahan pupuk nitrogen sangat diperlukan agar pertumbuhan batang dan jumlah bulir per malai dapat maksimal.
Fase primordia atau pembentukan malai pada umur 35 hingga 45 HST menjadi tahap kritis terakhir untuk pemupukan susulan ketiga. Pemberian pupuk kalium dan nitrogen pada fase ini berfungsi untuk memperkuat batang agar padi tidak mudah rebah serta meningkatkan pengisian bulir padi menjadi lebih bernas. Selalu pastikan aplikasi pupuk dilakukan saat kondisi air sawah nyemek-nyemek atau macak-macak, bukan saat genangan air tinggi, agar penyerapan hara oleh akar berlangsung efektif.