Padi, Panduan Lengkap Pemupukan Padi Berdasarkan Fase Pertumbuhan
icon0 com / Pexels

Panduan Lengkap Pemupukan Padi Berdasarkan Fase Pertumbuhan

Pemupukan padi secara berimbang sesuai fase tumbuh tanaman adalah kunci utama untuk meningkatkan produktivitas panen secara optimal.

Jawaban singkat

Pemupukan dasar tanaman padi dilakukan pada umur 7 hingga 14 hari setelah tanam (HST) di mana akar tanaman mulai aktif menyerap hara dari dalam tanah. Pada fase vegetatif awal ini, kecukupan nitrogen dan fosfat sangat dibutuhkan untuk merangsang pembentukan akar yang kuat serta mendorong munculnya anakan produktif. Pada musim hujan, porsi nitrogen dapat dikurangi sekitar 10-15 persen dibandingkan musim kemarau guna mencegah pertumbuhan tanaman yang terlalu sukulen dan rentan roboh.

Ringkas: Padi

Cahaya
Penuh sepanjang hari (6-8 jam matahari langsung)
Penyiraman
Pengairan berselang (intermittent), macak-macak hingga tergenang 3-5 cm
Musim
Awal musim hujan (rendeng) dan awal musim kemarau (gadu)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Kunci keberhasilan ada pada pengamatan rutin seminggu dua kali dan kekompakan tanam serentak dalam satu hamparan.

Pemupukan susulan pertama dialokasikan pada umur 21 sampai 30 HST saat tanaman padi memasuki masa pembentukan anakan maksimum. Pemberian kombinasi hara nitrogen dan kalium pada masa ini berfungsi memperkuat struktur batang, memperbanyak jumlah anakan aktif, serta mempersiapkan tanaman memasuki fase pembungaan. Kegiatan penyiangan gulma wajib dilakukan 1-2 hari sebelum pemupukan agar hara yang disebar tidak diserap oleh tumbuhan pengganggu.

Saat padi memasuki fase primordia atau bunting pada umur 35 hingga 45 HST, tanaman membutuhkan suplai kalium dan fosfat yang dominan untuk pembentukan malai serta calon bulir padi. Pengaplikasian unsur kalium yang cukup pada fase ini terbukti meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, sekaligus memastikan pengisian bulir padi berjalan lancar tanpa mengalami kekosongan hampa.

Pemupukan susulan terakhir berupa tambahan kalium atau pemupukan pelengkap dapat diberikan secara selektif pada umur 55 hingga 65 HST saat bulir mulai terisi. Kondisi air di petakan sawah saat pemupukan harus dijaga dalam posisi macak-macak dengan ketinggian air sekitar 1-2 cm agar pupuk terlarut sempurna dan tidak hanyut terbawa aliran air drainase.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemupukan dasar pada umur 7 hingga 14 HST secara merata saat kondisi air sawah dalam keadaan basah lembap atau macak-macak.
  2. Berikan pemupukan susulan pertama pada umur 21 hingga 30 HST segera setelah lahan selesai dibersihkan dari gulma.
  3. Aplikasikan pupuk susulan kedua pada fase primordia umur 35 hingga 45 HST dengan fokus pada unsur kalium dan fosfat.
  4. Lakukan pengamatan warna daun menggunakan Bagan Warna Daun (BWD) pada umur 50 HST untuk menentukan kebutuhan nitrogen tambahan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa pemupukan padi tidak boleh dilakukan saat air sawah sedang tergenang tinggi?

Air yang tergenang tinggi menyebabkan pupuk terlarut dan hanyut bersama aliran air atau terbuang ke lapisan tanah yang dalam sebelum sempat diserap oleh akar padi.

Apa perbedaan perlakuan pemupukan padi antara musim hujan dan musim kemarau?

Pada musim hujan, kandungan nitrogen alami dari air hujan relatif tinggi sehingga takaran pupuk nitrogen perlu dikurangi agar tanaman tidak terlalu subur berlebih yang membuatnya rawan roboh dan rentan jamur.

Apakah pemupukan organik tetap diperlukan jika sudah menggunakan pupuk anorganik?

Sangat diperlukan. Pupuk organik berfungsi membenahi struktur fisika dan biologi tanah sehingga efisiensi penyerapan pupuk anorganik oleh akar padi meningkat.

Kapan waktu harian terbaik untuk menabur pupuk di sawah?

Waktu terbaik adalah pada pagi hari setelah embun mengering sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 atau sore hari saat suhu udara dan tanah sudah mulai menurun.

Lebih lanjut tentang Padi

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.