Pemupukan susulan pertama dialokasikan pada umur 21 sampai 30 HST saat tanaman padi memasuki masa pembentukan anakan maksimum. Pemberian kombinasi hara nitrogen dan kalium pada masa ini berfungsi memperkuat struktur batang, memperbanyak jumlah anakan aktif, serta mempersiapkan tanaman memasuki fase pembungaan. Kegiatan penyiangan gulma wajib dilakukan 1-2 hari sebelum pemupukan agar hara yang disebar tidak diserap oleh tumbuhan pengganggu.
Saat padi memasuki fase primordia atau bunting pada umur 35 hingga 45 HST, tanaman membutuhkan suplai kalium dan fosfat yang dominan untuk pembentukan malai serta calon bulir padi. Pengaplikasian unsur kalium yang cukup pada fase ini terbukti meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, sekaligus memastikan pengisian bulir padi berjalan lancar tanpa mengalami kekosongan hampa.
Pemupukan susulan terakhir berupa tambahan kalium atau pemupukan pelengkap dapat diberikan secara selektif pada umur 55 hingga 65 HST saat bulir mulai terisi. Kondisi air di petakan sawah saat pemupukan harus dijaga dalam posisi macak-macak dengan ketinggian air sekitar 1-2 cm agar pupuk terlarut sempurna dan tidak hanyut terbawa aliran air drainase.





