Penyiangan gulma merupakan tahap krusial perawatan yang dilakukan minimal 2 kali selama satu siklus tanam, yaitu pada umur 15 HST dan 30 HST. Gunakan alat penyiang mekanis seperti gasrok atau landak untuk meremas tanah di antara lorong tanam, yang tidak hanya membasmi gulma kompetitor tetapi juga memasukkan oksigen ke dalam lapisan tanah berlumpur. Pemeliharaan struktur tanah ini merangsang perakaran padi tumbuh merambat lebih dalam hingga kedalaman 15-20 cm.
Seleksi tanaman liar atau roguing wajib dilaksanakan secara teliti pada umur 45 HST saat fase bunting dan 60 HST saat fase keluar malai. Campuran varietas lain atau padi liar yang tumbuh lebih tinggi dari rerata populasi harus dicabut beserta akarnya agar kualitas dan keseragaman hasil panen terjaga. Sanitasi pematang sawah dengan membabat rumput liar setiap 14 hari sekali juga mencegah pematang menjadi sarang hama tanpa merusak habitat musuh alami.
Saat memasuki fase pematangan bulir pada umur 75 hingga 90 HST, kelola elevasi air dengan mengeringkan lahan secara bertahap sekitar 10-14 hari sebelum panen tiba. Pengeringan akhir ini bertujuan memperkuat pangkal batang padi agar tidak mudah rebah akibat beban malai yang berat serta mempermudah mobilitas alat panen mekanis maupun tenaga kerja di lapangan.





