Pemupukan dilakukan bertahap sesuai fase. Pupuk dasar (Urea 100-150 kg/ha, SP36 50-75 kg/ha, KCl 50-100 kg/ha) diberikan saat olah tanah. Susulan pertama (Urea 50-75 kg/ha) pada 7-10 HST, susulan kedua (Urea 50-75 kg/ha dan KCl 25-50 kg/ha) pada 25-30 HST. Untuk lahan organik, gunakan pupuk kandang 5-10 ton/ha seminggu sebelum tanam. Pada musim kemarau, kurangi dosis N (Urea) 20% untuk menghindari serangan hama karena kanopi terlalu rimbun.
Pengairan berselang (intermittent) sangat dianjurkan. Mulai 7 HST, keringkan sawah selama 3-5 hari, lalu genangi lagi 2-3 cm. Ulangi siklus ini hingga fase bunting (50-60 HST). Saat fase berbunga hingga pengisian bulir (60-85 HST), genangi terus setinggi 5 cm. Dua minggu sebelum panen, keringkan sawah total untuk mempercepat pemasakan bulir dan memudahkan panen. Di daerah tadah hujan, atur waktu tanam agar fase berbunga tidak bertepatan dengan puncak kemarau.
Hama utama seperti wereng coklat dan penggerek batang dikendalikan dengan musuh alami (laba-laba, kumbang). Tanam refugia seperti bunga matahari di pematang sebagai habitat predator. Jika serangan mencapai ambang ekonomi (misal >5 ekor wereng per rumpun), gunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau serai wangi. Penyakit blas dan hawar daun bakteri dicegah dengan varietas tahan dan pengaturan jarak tanam tidak terlalu rapat. Selalu konsultasi dengan BPP setempat untuk rekomendasi spesifik.