Padi, Daun Padi Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi (Diagnosis Diferensial)
icon0 com / Pexels

Daun Padi Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi (Diagnosis Diferensial)

Perubahan warna daun padi menjadi kuning bisa disebabkan oleh kekurangan hara, gangguan perakaran, atau serangan patogen, sehingga memerlukan penanganan yang berbeda sesuai penyebab mulanya.

Jawaban singkat

Terutama pada musim kemarau, perubahan warna daun padi menjadi kuning sering dijumpai pada fase vegetatif antara umur 14 hingga 45 hari setelah tanam (HST). Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat menurunkan potensi hasil panen hingga 30 sampai 50 persen jika tidak ditangani secara tepat. Memahami perbedaan gejala merupakan langkah awal yang krusial bagi petani agar tindakan perbaikan tidak salah sasaran.

Ringkas: Padi

Cahaya
Penuh sepanjang hari (6-8 jam matahari langsung)
Penyiraman
Pengairan berselang (intermittent), macak-macak hingga tergenang 3-5 cm
Musim
Awal musim hujan (rendeng) dan awal musim kemarau (gadu)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Kunci keberhasilan ada pada pengamatan rutin seminggu dua kali dan kekompakan tanam serentak dalam satu hamparan.

Kekurangan unsur hara nitrogen menjadi penyebab paling umum yang ditandai dengan menguningnya daun-daun bagian bawah terlebih dahulu, dimulai dari ujung hingga merambat ke tulang daun. Sebaliknya, pada lahan irigasi yang tergenang terus-menerus tanpa pengeringan berkala, fenomena keracunan besi atau penyakit asem-asaman sering muncul. Gejala asem-asaman ditandai dengan daun berwarna kuning keemasan hingga kemerahan disertai akar tanaman yang menghitam dan berbau busuk.

Selain faktor hara dan tanah, serangan patogen seperti virus Tungro yang ditularkan oleh wereng hijau memicu gejala kuning jingga pada daun disertai pertumbuhan tanaman yang kerdil secara mengelompok di petakan sawah. Di sisi lain, infeksi bakteri Xanthomonas menyebabkan hawar daun atau kresek yang ditandai dengan garis kuning bergelombang di sepanjang tepi daun tua yang lambat laun mengering seperti terbakar.

Untuk menentukan solusi yang akurat, petani disarankan melakukan pengamatan rutin setiap 3 sampai 5 hari sekali pada pagi hari. Dengan memeriksa pola perubahan warna helai daun, kesehatan akar, serta ada tidaknya vektor serangga, penanganan seperti pengaturan irigasi berselang maupun pengapuran tanah dapat dilakukan secara efektif tanpa membuang biaya operasional secara sia-sia.

Penyebab & Cara Mengatasi

Defisiensi Nitrogen (Kurang Hara N)

Ciri: Menguning dimulai dari daun tua bagian bawah ke daun muda, dimulai dari ujung daun meluas sepanjang tulang daun. Batang tanaman cenderung kurus.

Solusi: Lakukan pemupukan susulan berunsur N sesuai rekomendasi setempat dan terapkan pengairan berselang agar penyerapan hara optimal.

Penyakit Asem-asaman (Keracunan Besi/Kondisi Anaerob)

Ciri: Daun menguning kemerahan atau kecokelatan mulai dari umur 14-30 HST. Akar tanaman terlihat menghitam, berbau busuk, dan jumlah akar baru sedikit.

Solusi: Keringkan sawah selama 3-5 hari, taburkan kapur pertanian atau dolomit untuk menaikkan pH tanah, dan berikan pembenah tanah organik.

Virus Tungro

Ciri: Daun berwarna kuning jingga memanjang dari pucuk ke pangkal, pertumbuhan rumpun kerdil, anak sedikit, dan tersebar memotong di petakan.

Solusi: Eradikasi (cabut dan benamkan) tanaman yang terinfeksi berat dan kendalikan populasi wereng hijau sebagai serangga penularnya.

Hawar Daun Bakteri (Kresek)

Ciri: Bercak kebasah-basahan pada tepi daun yang berubah menjadi kuning bergelombang, lalu mengering menjadi putih abu-abu seperti terbakar.

Solusi: Kurangi penggenangan air berlebih, kurangi porsi pupuk nitrogen murni sementara waktu, dan perbaiki sirkulasi udara antar rumpun.

Langkah-langkah

  1. Cabut 2-3 rumpun tanaman yang menguning secara hati-hati lalu bersihkan akarnya dengan air bersih untuk memeriksa warna dan aroma perakaran.
  2. Amati letak daun yang menguning, apakah terjadi pada daun tua bagian bawah (indikasi hara N) atau daun muda bagian atas (indikasi hara mikro/penyakit).
  3. Periksa keberadaan serangga wereng hijau di pangkal batang padi dengan menggoyangkan rumpun secara perlahan pada pagi hari.
  4. Terapkan sistem irigasi berselang (intermittent wetting and drying) dengan mengeringkan lahan hingga tanah retak rambut selama 3-4 hari sebelum digenangi kembali.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun padi yang menguning selalu membutuhkan pemupukan Urea?

Tidak selalu. Jika penyebabnya adalah penyakit asem-asaman atau infeksi bakteri, penambahan Urea justru dapat memperparah kondisi kerusakan akar dan mempercepat penyebaran penyakit.

Bagaimana membedakan daun kuning akibat kekeringan dan akibat penyakit?

Kuning akibat kekeringan ditandai dengan daun menggulung membujur dan tanah retak-retak keras, sedangkan akibat penyakit daun tetap membuka namun menunjukkan pola warna atau bercak khas.

Mengapa akar padi menjadi hitam dan berbau saat daun menguning?

Hal itu menandakan kondisi tanah terlalu jenuh air (anaerob) sehingga meracuni akar dengan asam organik dan besi, yang menghambat penyerapan nutrisi oleh tanaman.

Apakah tanaman padi yang terkena Tungro bisa pulih kembali?

Tanaman yang sudah terinfeksi virus Tungro tidak dapat disembuhkan total, namun tindakan pencabutan tanaman sakit dapat mencegah penularan ke rumpun sekitarnya.

Kapan waktu terbaik mengeringkan sawah saat daun padi mulai menguning?

Pengeringan dapat segera dilakukan saat terlihat gejala awal asem-asaman atau saat tanaman memasuki fase pembentukan anakan maksimal (sekitar 28-35 HST).

Lebih lanjut tentang Padi

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.