Cara Menanam Kedelai dari Awal sampai Panen

Panduan praktis budidaya kedelai secara nasional sepanjang tahun untuk hasil panen optimal.

Jawaban singkat

Budidaya kedelai di Indonesia dimulai dengan pemilihan benih unggul bersertifikat yang memiliki daya kecambah di atas 80 persen. Benih ditanam pada lahan tegalan atau sawah bekas panen padi dengan sistem tanpa olah tanah atau pengolahan minimal menggunakan cangkul atau traktor sedalam 15 hingga 20 sentimeter. Pastikan drainase lahan berfungsi dengan baik agar genangan air tidak merusak akar muda saat musim hujan.

Ringkas: Kedelai

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 8 jam sehari
Penyiraman
Sedang, jaga tanah tetap lembap namun tidak tergenang
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Sensitif terhadap kekeringan pada fase pembungaan dan pengisian biji.

Penanaman dilakukan dengan membuat alur atau lubang sedalam 3 hingga 5 sentimeter dengan jarak tanam ideal 40 kali 15 sentimeter. Masukkan 2 biji per lubang tanam untuk menjamin persentase tumbuh, lalu tutup dengan tanah tipis yang dicampur kompos matang. Pemupukan dasar menggunakan pupuk organik dan unsur hara makro diberikan bersamaan dengan waktu penanaman di sekitar lubang benih.

Perawatan tanaman meliputi penyiangan gulma pada umur 2 minggu dan 4 minggu setelah tanam agar tidak bersaing dalam memperebutkan unsur hara. Penyiraman dilakukan secara rutin setiap pagi atau sore hari saat musim kemarau, sementara pada musim hujan perlu dilakukan pembuatan saluran pembuangan air. Pengamatan hama dan penyakit dilakukan secara berkala setiap minggu untuk mencegah serangan organisme pengganggu tanaman.

Pemanenan kedelai dilakukan ketika tanaman berumur sekitar 75 hingga 90 hari setelah tanam, ditandai dengan 95 persen polong berubah warna menjadi kecokelatan dan daun mulai gugur. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong pangkal batang menggunakan sabit tajam pada pagi hari agar polong tidak pecah. Jemur tanaman kedelai di atas terpal selama 3 sampai 4 hari sebelum proses perontokan biji.

Langkah-langkah

  1. Pilih benih kedelai varietas unggul bersertifikat dan siapkan lahan gembur dengan drainase lancar.
  2. Tanam benih pada lubang sedalam 3 cm dengan jarak tanam 40x15 cm, lalu berikan pupuk dasar.
  3. Lakukan penyiraman rutin, penyiangan gulma, serta pembumbunan tanah saat tanaman berumur 3 minggu.
  4. Panen polong saat umur 85 hari ketika warna polong sudah kecokelatan dan kering.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik menanam kedelai di Indonesia?

Kedelai dapat ditanam sepanjang tahun, dengan waktu terbaik pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau.

Berapa kebutuhan benih kedelai per hektar?

Kebutuhan benih berkisar antara 40 hingga 50 kilogram per hektar tergantung ukuran biji dan jarak tanam.

Kapan umur panen kedelai yang ideal?

Umur panen ideal antara 75 hingga 90 hari setelah tanam tergantung varietas yang digunakan.

Bagaimana ciri kedelai siap panen?

Daun menguning dan rontok, serta 95 persen polong berubah warna menjadi kecokelatan dan kering.

Apakah kedelai butuh pengolahan tanah berat?

Tidak harus, kedelai bisa ditanam dengan sistem tanpa olah tanah pada lahan bekas padi sawah.

Lebih lanjut tentang Kedelai

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.