Penanaman dilakukan dengan membuat alur atau lubang sedalam 3 hingga 5 sentimeter dengan jarak tanam ideal 40 kali 15 sentimeter. Masukkan 2 biji per lubang tanam untuk menjamin persentase tumbuh, lalu tutup dengan tanah tipis yang dicampur kompos matang. Pemupukan dasar menggunakan pupuk organik dan unsur hara makro diberikan bersamaan dengan waktu penanaman di sekitar lubang benih.
Perawatan tanaman meliputi penyiangan gulma pada umur 2 minggu dan 4 minggu setelah tanam agar tidak bersaing dalam memperebutkan unsur hara. Penyiraman dilakukan secara rutin setiap pagi atau sore hari saat musim kemarau, sementara pada musim hujan perlu dilakukan pembuatan saluran pembuangan air. Pengamatan hama dan penyakit dilakukan secara berkala setiap minggu untuk mencegah serangan organisme pengganggu tanaman.
Pemanenan kedelai dilakukan ketika tanaman berumur sekitar 75 hingga 90 hari setelah tanam, ditandai dengan 95 persen polong berubah warna menjadi kecokelatan dan daun mulai gugur. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong pangkal batang menggunakan sabit tajam pada pagi hari agar polong tidak pecah. Jemur tanaman kedelai di atas terpal selama 3 sampai 4 hari sebelum proses perontokan biji.