Persiapan lahan dimulai dengan pengolahan tanah secara sempurna atau menggunakan sistem tanpa olah tanah (TOT) pada lahan bekas padi sawah. Buat bedengan setinggi 20 hingga 30 centimeter dengan lebar 100 hingga 120 centimeter, serta saluran drainase berkedalaman 25 centimeter agar air tidak menggenang saat hujan. Berikan pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 2 hingga 3 ton per hektar saat pengolahan tanah untuk meningkatkan porositas dan populasi mikroba tanah.
Penanaman dilakukan dengan membuat lubang tanam sedalam 3 hingga 5 centimeter menggunakan tugal, dengan jarak tanam 40 x 15 centimeter atau 40 x 20 centimeter. Masukkan 2 hingga 3 biji kedelai berkualitas per lubang, lalu tutup tipis dengan tanah gembur atau kompos halus. Kebutuhan benih berkisar antara 40 hingga 50 kilogram per hektar. Penyiangan gulma dilakukan pada umur 14 dan 35 hari setelah tanam, diikuti pembumbunan tanah untuk memperkokoh perakaran tanaman.
Pengairan dilakukan secara berkala terutama pada fase kritis, yaitu saat perkecambahan, pembungaan (umur 30 hingga 35 hari), dan pengisian polong (umur 50 hingga 60 hari). Panen dapat dilakukan saat umur tanaman mencapai 75 hingga 90 hari setelah tanam, ditandai dengan 95 persen daun menguning dan gugur, polong berwarna cokelat kering, serta biji mengeras. Potong pangkal batang dengan sabit dan segera keringkan polong di bawah terik matahari.





