Fase vegetatif aktif berlangsung pada umur 14-21 HST di mana tanaman mulai membentuk bintil akar dan cabang vegetatif. Pada fase ini, pemupukan susulan pertama dapat dilakukan jika pertumbuhan bibit terlihat kurang seragam. Berikan pupuk NPK berimbang dosis ringan sekitar 50 kg per hektar dengan cara ditugal sejauh 5-7 cm dari pangkal batang. Penyiraman segera dilakukan setelah pemupukan pada musim kemarau, sedangkan pada musim hujan pastikan saluran drainase berfungsi baik agar butiran pupuk tidak tercuci air genangan.
Memasuki fase generatif berupa pembungaan dan pembentukan polong (30-45 HST), kebutuhan hara Fosfor dan Kalium meningkat pesat untuk mencegah kerontokan bunga. Berikan pemupukan susulan kedua berupa KCL sebanyak 50 kg per hektar yang dimasukkan ke dalam tanah dekat perakaran. Sebagai pelengkap hara makro, penyemprotan pupuk daun yang mengandung unsur mikro seperti Boron dan Zink dapat dilakukan seminggu sekali pada pagi hari pukul 06.00 hingga 09.00 saat stomata daun terbuka sempurna.
Fase pengisian polong hingga pematangan biji (50-65 HST) menentukan bobot kering dan kuantitas hasil panen kedelai. Pada rentang waktu ini, aplikasikan pupuk organik cair atau pupuk daun tinggi Kalium setiap 10 hari sekali hingga memasuki umur 60 HST. Masuk umur 70 HST menuju panen, seluruh aplikasi pupuk kimia maupun pupuk daun dihentikan sepenuhnya agar tanaman fokus menyerap cadangan makanan dari batang ke biji dan daun mulai menguning secara alami.





