Kedelai, Daun Kedelai Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi
King Shooter / Pexels

Daun Kedelai Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi

Gejala daun kedelai kuning pada musim kemarau dapat dipicu oleh kekurangan nitrogen, serangan hama pengisap, virus mosaik, atau stres kekeringan tanah.

Jawaban singkat

Fenomena daun kedelai menguning pada musim kemarau merupakan keluhan umum para petani di berbagai kawasan sentra produksi Indonesia. Perubahan warna daun dari hijau segar menjadi kekuningan pada fase vegetatif hingga pengisian polong dapat menurunkan hasil panen hingga 30 sampai 50 persen jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Langkah awal yang paling krusial adalah melakukan diagnosis diferensial untuk membedakan apakah masalah tersebut dipicu oleh faktor hara, serangan organisme pengganggu tumbuhan, atau cekaman lingkungan.

Ringkas: Kedelai

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 8 jam sehari
Penyiraman
Sedang, jaga tanah tetap lembap namun tidak tergenang
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Sensitif terhadap kekeringan pada fase pembungaan dan pengisian biji.

Penyebab pertama yang sering dijumpai adalah kekurangan unsur hara Nitrogen akibat kegagalan simbiosis nodul akar. Pada lahan sawah bera atau lahan kering saat musim kemarau, bakteri Rhizobium sering kali tidak aktif jika kelembapan tanah turun di bawah 40 persen. Ciri khasnya terlihat pada daun-daun tua di bagian bawah yang menguning merata terlebih dahulu, sementara tulang daun ikut menguning. Apabila perakaran dicabut, bintil akar tampak sedikit, berwarna putih kecokelatan, dan tidak berwarna merah muda di dalamnya saat dibelah.

Penyebab kedua dan ketiga berkaitan erat dengan lonjakan populasi hama pengisap seperti kutu daun Aphis glycines dan tungau merah pada suhu udara 30 hingga 34 derajat Celsius. Kutu daun mengisap cairan sel dan menularkan Soybean Mosaic Virus yang menyebabkan daun muda menguning belang-belang mosaik, berkerut, dan bergulung ke bawah. Sementara itu, serangan tungau membuat permukaan daun tampak berbintik kuning keemasan yang meluas hingga daun mengering dan gugur sebelum waktunya.

Untuk mengatasi masalah ini secara efektif, pengelolaan air dan perbaikan sanitasi lahan menjadi kunci utama pada musim kemarau. Pemberian air irigasi dengan sistem leb berkala setiap 7 hingga 10 hari sekali sangat dianjurkan pada fase kritis pembungaan dan pengisian polong. Penggunaan mulsa jerami padi setebal 3 hingga 5 sentimeter juga efektif menjaga kelembapan tanah, menurunkan suhu perakaran, serta menekan perkembangan hama pengisap di dalam areal pertanaman kedelai.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kekurangan Nitrogen / Gagal Bintil Akar

Ciri: Daun tua di bagian bawah menguning merata terlebih dahulu, pertumbuhan tanaman kerdil, serta bintil akar pucat dan tidak kemerahan saat dibelah.

Solusi: Lakukan pengairan secara terbatas pada parit, berikan pupuk susulan N dosis ringan pada kondisi tanah lembap, dan gunakan inokulan Rhizobium pada musim tanam berikutnya.

Serangan Kutu Daun (Aphis glycines)

Ciri: Daun menguning tidak teratur, bercak lengket embun jelaga, menggulung ke bawah, dan terdapat koloni kutu hijau kecil di balik daun.

Solusi: Semprotkan pestisida nabati berbasis minyak nabati atau sabun kalium pada pagi hari, serta lakukan semprotan air bersih bertekanan untuk merontokkan hama.

Virus Mosaik Kedelai (Soybean Mosaic Virus)

Ciri: Daun muda mengalami chlorosis belang hijau kekuningan, tekstur daun berkerut kaku, dan melengkung menyerupai mangkok.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman yang terinfeksi berat secara selektif untuk menghentikan penularan ke tanaman sehat lewat vektor serangga.

Stres Kekeringan (Drought Stress)

Ciri: Tepi daun menguning lalu berubah cokelat mengering, daun menggulung saat siang hari, dan tanah retak-retak.

Solusi: Berikan irigasi secepatnya dengan metode penggenangan singkat pada parit antar-bedengan, lalu tutup permukaan tanah dengan mulsa jerami.

Langkah-langkah

  1. Amati letak daun yang menguning, apakah dimulai dari daun tua bagian bawah atau daun muda di pucuk tanaman.
  2. Cabut 2 hingga 3 sampel tanaman secara hati-hati lalu belah bintil akarnya untuk memeriksa warna bagian dalam nodul.
  3. Periksa bagian bawah daun menguning menggunakan kaca pembesar untuk mendeteksi keberadaan kutu daun atau tungau merah.
  4. Lakukan pengairan perlahan pada parit antar-bedengan hingga tanah kembali lembap tanpa membuat air menggenang terlalu lama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun kedelai kuning pasti karena kurang pupuk Urea?

Tidak selalu. Penyebab daun menguning bisa dipicu oleh serangan hama pengisap, infeksi virus, atau kekeringan yang menghambat penyerapan hara.

Bagaimana membedakan kuning akibat kekeringan dan akibat kurang nitrogen?

Daun akibat kekeringan biasanya diawali dengan tepi daun yang menggulung dan mengering seperti terbakar, sedangkan kurang nitrogen menyebabkan seluruh helai daun tua menguning merata.

Kapan fase paling kritis kedelai membutuhkan air di musim kemarau?

Fase paling kritis terjadi pada saat pembungaan (umur 30-35 hari) dan pengisian polong (umur 45-60 hari setelah tanam).

Bagaimana ciri bintil akar kedelai yang berfungsi aktif menyerap nitrogen?

Bintil akar yang aktif dan sehat jika dibelah bagian dalamnya akan berwarna merah muda hingga kemerahan akibat kandungan leghamoglobin.

Apakah boleh menyemprot pupuk daun saat cuaca sangat terik di musim kemarau?

Tidak disarankan. Penyemprotan pupuk daun sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 09.00 atau sore hari setelah jam 15.30 agar tidak memicu stomata menutup dan daun terbakar.

Lebih lanjut tentang Kedelai

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.