Penyiraman dan pemeliharaan lengas tanah sangat krusial bagi pertanaman kedelai, terutama pada fase perkecambahan usia 0-14 hari dan fase pengisian polong usia 40-60 hari setelah tanam. Pada musim kemarau, pengaliran air melalui saluran parit bedengan selama 2-3 jam setiap 7-10 hari sekali sangat dianjurkan, namun pastikan air tidak menggenang lebih dari 12 jam agar perakaran tidak mengalami pembusukan.
Pemupukan susulan dilakukan pada umur 14-21 hari setelah tanam menggunakan kombinasi pupuk NPK sebanyak 50-75 kg per hektar, diimbangi dengan penyiangan gulma secara manual. Penyiangan gulma wajib dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada umur 15 hari dan 35 hari setelah tanam, yang dilanjutkan dengan pembumbunan tanah di sekitar pangkal batang untuk memperkuat perakaran saat memasuki fase pembungaan.
Pengendalian Hama Terpadu (PHT) harus diterapkan secara rutin setiap minggu dengan mengamati keberadaan ulat grayak, lalat bibit, dan penggerek polong di areal pertanaman. Pemasangan perangkap kuning sebanyak 40 buah per hektar serta pemanfaatan agens hayati seperti Trichoderma atau parasitoid Trichogramma membantu menjaga tanaman tetap sehat tanpa merusak ekosistem lahan.





