Kedelai, Cara Merawat Kedelai Agar Subur dan Sehat untuk Hasil Panen Optimal
King Shooter / Pexels

Cara Merawat Kedelai Agar Subur dan Sehat untuk Hasil Panen Optimal

Berikut adalah panduan praktis cara merawat kedelai secara terpadu mulai dari pengairan, pemupukan, hingga pengendalian hama agar polong terisi penuh dan berkualitas tinggi.

Jawaban singkat

Penanaman dan perawatan kedelai di Indonesia umumnya disesuaikan dengan pola tanam lahan sawah atau tegalan, khususnya pada akhir musim hujan sekitar Maret-April atau musim kemarau I sekitar Juli-Agustus. Pengolahan tanah yang gembur dengan pH ideal 6,0-6,8 serta pemberian kapur pertanian sebanyak 1-2 ton per hektar pada tanah asam merupakan langkah awal yang mendukung keanekaragaman hayati tanah dan perkembangan bintil akar Rhizobium.

Ringkas: Kedelai

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 8 jam sehari
Penyiraman
Sedang, jaga tanah tetap lembap namun tidak tergenang
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Sensitif terhadap kekeringan pada fase pembungaan dan pengisian biji.

Penyiraman dan pemeliharaan lengas tanah sangat krusial bagi pertanaman kedelai, terutama pada fase perkecambahan usia 0-14 hari dan fase pengisian polong usia 40-60 hari setelah tanam. Pada musim kemarau, pengaliran air melalui saluran parit bedengan selama 2-3 jam setiap 7-10 hari sekali sangat dianjurkan, namun pastikan air tidak menggenang lebih dari 12 jam agar perakaran tidak mengalami pembusukan.

Pemupukan susulan dilakukan pada umur 14-21 hari setelah tanam menggunakan kombinasi pupuk NPK sebanyak 50-75 kg per hektar, diimbangi dengan penyiangan gulma secara manual. Penyiangan gulma wajib dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada umur 15 hari dan 35 hari setelah tanam, yang dilanjutkan dengan pembumbunan tanah di sekitar pangkal batang untuk memperkuat perakaran saat memasuki fase pembungaan.

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) harus diterapkan secara rutin setiap minggu dengan mengamati keberadaan ulat grayak, lalat bibit, dan penggerek polong di areal pertanaman. Pemasangan perangkap kuning sebanyak 40 buah per hektar serta pemanfaatan agens hayati seperti Trichoderma atau parasitoid Trichogramma membantu menjaga tanaman tetap sehat tanpa merusak ekosistem lahan.

Langkah-langkah

  1. Lakukan penyiangan gulma secara teratur pada umur 15 dan 35 hari setelah tanam untuk mengurangi persaingan hara.
  2. Lakukan pembumbunan tanah ke pangkal batang bersamaan dengan penyiangan kedua untuk memperkokoh batang tanaman.
  3. Atur sistem irigasi parit agar tanah tetap lembap namun tidak tergenang, terutama saat tanaman mulai berbunga dan membentuk polong.
  4. Lakukan pemantauan rutin seminggu sekali untuk mendeteksi dini serangan hama ulat maupun lalat bibit.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali tanaman kedelai perlu dipupuk susulan?

Pemupukan susulan umumnya dilakukan 1 kali pada umur 14-21 hari setelah tanam, atau ditambahkan pada umur 35 hari jika kondisi tanah sangat miskin hara.

Mengapa polong kedelai banyak yang hampa?

Polong hampa umumnya disebabkan oleh kekeringan pada masa pengisian biji, kekurangan hara mikro, atau serangan hama penggerek polong.

Apakah kedelai bisa ditanam tanpa olah tanah (TOT)?

Bisa, metode TOT sangat efektif dilakukan pada lahan sawah bekas panen padi untuk memanfaatkan sisa kelembapan tanah.

Kapan waktu terbaik memanen kedelai?

Kedelai siap dipanen saat 95 persen daun telah menguning dan gugur, polong berwarna cokelat kering, serta terdengar bunyi saat digoyang.

Lebih lanjut tentang Kedelai

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.