Pemberian pupuk susulan dilakukan saat tanaman berumur 14 hingga 21 hari setelah tanam menggunakan takaran 100 kilogram urea, 100 kilogram SP-36, dan 50 kilogram KCl per hektar. Pupuk diberikan dengan cara ditugal di samping barisan tanaman sejauh 5 sentimeter untuk merangsang pertumbuhan vegetatif dan pembentukan bintil akar efektif.
Penyiraman atau pengairan wajib dilakukan secara berkala, terutama pada fase kritis yaitu saat perkecambahan, pembungaan, dan pengisian polong. Di musim kemarau, lakukan pengairan setiap 7 hingga 10 hari sekali menggunakan sistem leb atau irigasi parit agar kelembapan tanah tetap terjaga optimal.
Pengendalian gulma dan organisme pengganggu tanaman harus rutin dilakukan secara manual dengan penyiangan pada umur 15 dan 35 hari setelah tanam. Pengamatan lapangan secara berkala membantu mendeteksi dini serangan ulat grayak atau penyakit karat daun sebelum populasi hama merusak potensi hasil panen.