Penyakit bercak daun (Cercospora) dan penyakit busuk akar (Sclerotium) adalah dua masalah paling dominan yang menyerang tanaman kacang tanah pada fase vegetatif hingga generatif. Penyakit bercak daun biasanya mulai muncul pada 30 hari setelah tanam ketika intensitas hujan mulai sering, sementara busuk akar kerap menyerang petakan sawah atau ladang yang memiliki drainase buruk. Mengenali perbedaan gejala fisik pada daun, batang, dan polong muda adalah kunci utama dalam melakukan tindakan pengendalian yang tepat sasaran sebelum menyebar ke seluruh populasi tanaman.
Untuk mengatasi masalah ini secara efektif di lapangan, pendekatan terpadu harus segera diterapkan sejak gejala pertama terlihat pada 5 hingga 10 persen populasi tanaman. Perbaikan drainase lahan dengan membuat parit keliling setiap 2 meter terbukti mampu menurunkan kelembapan mikro secara drastis dalam waktu 3 hari setelah hujan reda. Selain itu, pemangkasan daun bagian bawah yang terlalu rimbun dan menyentuh tanah dapat memutus rantai penularan spora jamur dari cipratan air hujan, sehingga kesehatan tajuk tanaman tetap terjaga.
Penting bagi setiap petani untuk selalu memprioritaskan kesehatan jangka panjang tanah dan lingkungan sekitar melalui praktik rotasi tanaman non-legum serta penggunaan varietas unggul tahan penyakit. Apabila terpaksa menggunakan bahan kimia pengendali, selalu baca petunjuk pada label kemasan dengan teliti dan konsultasikan dengan petugas penyuluh lapangan setempat di BPP terdekat. Dengan manajemen kelembapan yang disiplin dan ketepatan diagnosis, produktivitas kacang tanah di musim hujan tetap dapat dipertahankan secara optimal.