Kacang Tanah, Penyakit Kacang Tanah: Diagnosis Diferensial & Cara Mengobatinya di Musim Hujan
HONG SON / Pexels

Penyakit Kacang Tanah: Diagnosis Diferensial & Cara Mengobatinya di Musim Hujan

Mengenali gejala spesifik penyakit kacang tanah saat musim hujan sangat penting agar penanganan tepat sasaran dan panen tetap optimal.

Jawaban singkat

Musim hujan di Indonesia yang berlangsung sekitar bulan November hingga Maret sering kali membawa tantangan tinggi bagi petani kacang tanah karena kelembapan udara yang melebihi 85 persen. Keadaan lingkungan yang basah dan lembap ini menciptakan kondisi ideal bagi perkembangan patogen jamur dan bakteri, sehingga potensi kehilangan hasil panen dapat mencapai 30 hingga 50 persen jika tidak ditangani sejak dini.

Ringkas: Kacang Tanah

Cahaya
Sinar matahari penuh (minimal 8 jam/hari).
Penyiraman
Siram 2–3 hari sekali jika tidak hujan; hindari genangan terutama saat berbunga dan pengisian polong.
Musim
Musim kemarau (April–September) atau setelah padi di sawah.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Butuh perhatian pada pembumbunan dan drainase. Cocok untuk lahan kering atau sawah tadah hujan.

Infeksi pada bagian daun umumnya didominasi oleh penyakit bercak daun cokelat serta karat daun yang mulai tampak saat tanaman berumur 30 hingga 45 hari setelah tanam. Gejala bercak daun ditandai dengan timbulnya lingkaran cokelat bertepi kuning melingkar, sedangkan karat daun memperlihatkan pustula kecil berwarna cokelat kemerahan di permukaan bawah daun yang membuat daun mengering dan gugur prematur.

Ancaman pada bagian perakaran dan pangkal batang biasanya disebabkan oleh penyakit layu bakteri dan busuk batang Sclerotium yang sering muncul pada umur 40 hingga 60 hari setelah tanam. Layu bakteri ditandai dengan kondisi tanaman yang mendadak terkulai layu dalam kurun waktu 24 hingga 48 jam namun warna daun tetap hijau segar, sedangkan busuk batang memicu munculnya benang miselium putih serta butiran cokelat mirip biji sawi di pangkal batang.

Pengendalian terpadu harus segera diterapkan dengan memperbaiki sistem sanitasi dan drainase lahan melalui pembuatan bedengan setinggi 20 hingga 30 cm serta pengaturan jarak tanam 40 cm x 15 cm. Pemberian agens hayati pada tanah sebelum tanam serta pengaplikasian bahan pengendali sesuai petunjuk kemasan merupakan langkah krusial untuk menekan penyebaran patogen secara efektif.

Penyebab & Cara Mengatasi

Bercak Daun (Cercospora sp.)

Ciri: Bercak melingkar berwarna cokelat tua hingga hitam dengan lingkaran kuning di sekelilingnya pada daun bagian bawah.

Solusi: Pangkas daun yang terinfeksi parah, atur kerapatan tajuk, dan semprot fungisida hayati atau kimia sesuai petunjuk label.

Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum)

Ciri: Tanaman layu secara mendadak dalam 1-2 hari namun daun tetap berwarna hijau segar dan tidak menguning.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman yang sakit, ganti aliran air agar tidak melewati tanaman sehat, dan rotasi tanaman.

Busuk Batang (Sclerotium rolfsii)

Ciri: Pangkal batang membusuk kecokelatan, ditutupi lapisan miselium putih seperti busa dan bintik cokelat mirip biji sawi.

Solusi: Tingkatkan tinggi bedengan, taburkan agens hayati Trichoderma sp. pada tanah, dan jaga pangkal batang tetap kering.

Karat Daun (Puccinia arachidis)

Ciri: Pustula kecil berwarna cokelat kemerahan di bawah daun yang meninggalkan serbuk cokelat jika diusap.

Solusi: Gunakan varietas tahan, bersihkan gulma di sekitar lahan, dan aplikasikan fungisida bahan aktif tembaga sesuai label.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan rutin setiap 3 hari sekali pada area pertanaman kacang tanah, terutama pada rentang umur 30-60 hari setelah tanam.
  2. Identifikasi gejala spesifik pada bagian daun, pangkal batang, dan akar untuk menentukan diagnosis diferensial yang tepat.
  3. Cabut dan bakar segera tanaman yang menunjukkan gejala layu bakteri atau busuk batang agar tidak menularkan patogen ke tanaman lain.
  4. Perbaiki saluran drainase agar tidak ada air hujan yang menggenang dan semprotkan bahan pengendali penyakit sesuai saran penyuluh setempat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa bedanya layu bakteri dan layu akibat jamur pada kacang tanah?

Layu bakteri terjadi sangat cepat dan daun tetap berwarna hijau, sedangkan layu akibat jamur berjalan lebih lambat disertai perubahan warna daun menjadi kuning atau cokelat.

Kapan waktu paling rawan tanaman kacang tanah terserang bercak daun?

Pada musim hujan saat tanaman berumur 30 hingga 50 hari setelah tanam karena kelembapan udara sangat tinggi.

Apakah biji dari tanaman kacang tanah yang terserang layu bakteri bisa dijadikan benih?

Tidak disarankan, karena bakteri penyebab layu dapat terbawa oleh benih dan menginfeksi pertanaman pada musim berikutnya.

Bagaimana cara mencegah penyakit busuk batang Sclerotium secara alami?

Gunakan agens hayati Trichoderma sp. yang dicampurkan ke dalam pupuk organik pada saat pengolahan tanah pertama.

Apakah aman menanam kacang tanah di lahan bekas tanaman terung atau tomat?

Kurang aman, karena terung dan tomat merupakan tanaman inang bagi bakteri layu yang sama sehingga berisiko menularkan penyakit.

Lebih lanjut tentang Kacang Tanah

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.