Panduan Lengkap Cara Merawat Kacang Tanah Agar Subur dan Berbuah Lebat

Rawat kacang tanah dengan pemupukan berimbang, pembumbunan tepat waktu, dan pengaturan air yang baik untuk hasil panen optimal di Indonesia.

Jawaban singkat

Cara merawat kacang tanah dimulai sejak benih ditanam pada kedalaman 3 hingga 5 sentimeter di lahan gembur berpasir dengan jarak tanam 40x20 sentimeter. Pastikan lahan mendapat sinar matahari penuh sepanjang hari untuk mendukung proses fotosintesis dan pembentukan bintil akar penambat nitrogen secara maksimal. Di musim hujan, buat saluran drainase yang baik agar air tidak menggenang karena tanaman ini sangat rentan terhadap kebusukan akar dan batang akibat genangan.

Ringkas: Kacang Tanah

Cahaya
Sinar matahari penuh (minimal 8 jam/hari).
Penyiraman
Siram 2–3 hari sekali jika tidak hujan; hindari genangan terutama saat berbunga dan pengisian polong.
Musim
Musim kemarau (April–September) atau setelah padi di sawah.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Butuh perhatian pada pembumbunan dan drainase. Cocok untuk lahan kering atau sawah tadah hujan.

Penyiraman dilakukan secara rutin sebanyak satu kali sehari pada fase awal pertumbuhan hingga tanaman berumur dua minggu, kemudian dikurangi menjadi tiga kali seminggu saat musim kemarau. Memasuki usia 30 hingga 45 hari setelah tanam, lakukan penyiangan gulma sekaligus pembumbunan tanah di sekitar pangkal batang untuk membantu proses penetrasi ginofor atau bakal polong ke dalam tanah. Hindari mencangkul terlalu dalam agar tidak merusak sistem perakaran dangkal yang sedang aktif menyerap unsur hara.

Pemupukan susulan menggunakan pupuk kaya unsur hara makro diberikan pada saat tanaman berumur 15 dan 35 hari setelah tanam dengan cara ditugal di samping barisan tanaman lalu ditutup tanah. Tambahkan kapur pertanian atau dolomit jika tingkat keasaman tanah atau pH berada di bawah 6 untuk mencukupi kebutuhan kalsium yang sangat penting dalam pengisian polong agar tidak hampa. Pengamatan rutin terhadap serangan hama seperti lalat bibit dan ulat grayak harus dilakukan setiap tiga hari sekali untuk pencegahan dini.

Pemanenan kacang tanah dilakukan saat tanaman berumur 90 hingga 100 hari setelah tanam, ditandai dengan menguningnya daun, polong yang sudah keras dan berwarna cokelat kehitaman di bagian dalam. Cabut tanaman secara hati-hati pada pagi hari saat cuaca cerah, lalu jemur polong bersama batangnya selama 2 hingga 3 hari sebelum rontok untuk menjaga kualitas biji. Simpan hasil panen di tempat yang kering dengan sirkulasi udara lancar guna mencegah tumbuhnya jamur aflatoksin pada biji kacang.

Langkah-langkah

  1. Pilih benih kacang tanah unggul bersertifikat yang bernas dan bebas dari hama penyakit.
  2. Gemburkan tanah dan buat bedengan dengan lebar 1 meter serta paritdrainase sedalam 30 sentimeter.
  3. Tanam benih dengan kedalaman 4 sentimeter dengan dua biji per lubang tanam.
  4. Lakukan penyiangan gulma dan pembumbunan saat tanaman berusia satu bulan untuk membantu pembentukan polong.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik menanam kacang tanah di Indonesia?

Kacang tanah paling baik ditanam pada awal musim kemarau atau pada akhir musim penghujan saat ketersediaan air cukup tetapi tidak berlebihan.

Apakah kacang tanah butuh banyak air?

Tanaman ini membutuhkan air yang cukup saat fase pertumbuhan awal dan pembentukan polong, tetapi tidak menyukai genangan air.

Mengapa polong kacang tanah banyak yang kosong?

Polong kosong umumnya disebabkan oleh kekurangan unsur kalsium dalam tanah atau kekurangan air saat fase pengisian biji.

Bagaimana cara mengetahui kacang tanah siap panen?

Ciri utamanya adalah daun mulai menguning dan rontok, serta batangnya mengering. Coba cabut satu rumpun dan belah polongnya untuk melihat warna bagian dalam yang sudah cokelat gelap.

Lebih lanjut tentang Kacang Tanah

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.