Kacang Tanah, Cara Merawat Kacang Tanah Agar Subur dan Hasil Melimpah
HONG SON / Pexels

Cara Merawat Kacang Tanah Agar Subur dan Hasil Melimpah

Merawat tanaman kacang tanah membutuhkan pengelolaan penyiraman yang pas, pembumbunan saat pembentukan ginofor, serta penyiangan gulma secara teratur agar polong berkembang maksimal di dalam tanah.

Jawaban singkat

Para petani dan pekebun rumahan di Indonesia umumnya menanam kacang tanah pada awal musim kemarau sekitar bulan April hingga Mei atau akhir musim hujan pada Oktober hingga November untuk mengoptimalkan kelembapan tanah. Kunci utama keberhasilan perawatan kacang tanah terletak pada pengolahan tanah yang gembur hingga kedalaman 20-30 cm, sehingga calon buah atau ginofor dapat menembus tanah dengan mudah tanpa hambatan fisik.

Ringkas: Kacang Tanah

Cahaya
Sinar matahari penuh (minimal 8 jam/hari).
Penyiraman
Siram 2–3 hari sekali jika tidak hujan; hindari genangan terutama saat berbunga dan pengisian polong.
Musim
Musim kemarau (April–September) atau setelah padi di sawah.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Butuh perhatian pada pembumbunan dan drainase. Cocok untuk lahan kering atau sawah tadah hujan.

Penyiraman perlu diatur secara cermat sesuai fase pertumbuhan tanaman. Pada umur 1 hingga 30 hari setelah tanam, berikan air sebanyak 2-3 liter per meter persegi setiap 2-3 hari sekali untuk menjaga kelembapan benih. Namun, saat tanaman mulai berbunga dan membentuk ginofor pada umur 35-50 hari, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 4-5 hari sekali agar tanah tidak terlalu basah yang dapat memicu pembusukan bakal buah.

Pemupukan susulan dan pembumbunan merupakan dua proses yang tidak boleh dilewatkan dalam budidaya kacang tanah. Lakukan pembumbunan pertama pada umur 20-25 hari bersamaan dengan penyiangan gulma, lalu bumbun kembali saat ginofor mulai masuk ke dalam tanah pada umur 35-40 hari. Berikan pupuk organik terdekomposisi sempurna sebanyak 500 gram per meter persegi serta pupuk kaya kalsium untuk memperkuat dinding polong dan mencegah biji hampa.

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara terpadu melalui pemantauan rutin setidaknya 2 kali seminggu. Waspadai serangan ulat grayak yang memakan daun dan jamur daun bercak cokelat yang sering muncul saat kelembapan udara tinggi di atas 80 persen. Pemanenan dapat dilakukan setelah tanaman berumur 85-100 hari, ditandai dengan daun yang mulai menguning dan mengering serta kulit polong yang keras bertekstur kasar.

Langkah-langkah

  1. Lakukan penyiangan gulma secara manual pada umur 15 dan 30 hari setelah tanam agar nutrisi tanah terserap optimal oleh tanaman.
  2. Lakukan pembumbunan tanah di sekitar pangkal batang pada umur 25 dan 40 hari untuk memudahkan ginofor masuk ke dalam tanah.
  3. Atur sistem drainase di sekitar bedengan dengan membuat parit sedalam 20-30 cm agar air hujan tidak menggenangi perakaran.
  4. Lakukan pemantauan rutin hama dan penyakit seminggu dua kali, serta aplikasikan bahan hayati jika ditemukan gejala awal serangan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali kacang tanah perlu disiram dalam seminggu?

Pada fase awal disiram 2-3 kali seminggu, namun saat pembentukan polong kurangi menjadi 1-2 kali seminggu tergantung kelembapan tanah.

Mengapa polong kacang tanah saya banyak yang kosong?

Kekurangan unsur kalsium di dalam tanah dan kekeringan saat fase pengisian biji menjadi penyebab utama polong hampa.

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan pembumbunan?

Pembumbunan dilakukan dua kali, yaitu pada umur 20-25 hari dan saat ginofor mulai tumbuh pada umur 35-40 hari setelah tanam.

Berapa umur panen tanaman kacang tanah?

Umumnya kacang tanah dapat dipanen pada umur 85 hingga 100 hari setelah tanam, tergantung varietas yang digunakan.

Apakah kacang tanah bisa ditanam di dalam pot atau polybag?

Bisa, gunakan polybag berukuran minimal diameter 30 cm dengan media tanam gembur berupa campuran tanah, kompos, dan sekam.

Lebih lanjut tentang Kacang Tanah

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.