Penyiraman perlu diatur secara cermat sesuai fase pertumbuhan tanaman. Pada umur 1 hingga 30 hari setelah tanam, berikan air sebanyak 2-3 liter per meter persegi setiap 2-3 hari sekali untuk menjaga kelembapan benih. Namun, saat tanaman mulai berbunga dan membentuk ginofor pada umur 35-50 hari, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 4-5 hari sekali agar tanah tidak terlalu basah yang dapat memicu pembusukan bakal buah.
Pemupukan susulan dan pembumbunan merupakan dua proses yang tidak boleh dilewatkan dalam budidaya kacang tanah. Lakukan pembumbunan pertama pada umur 20-25 hari bersamaan dengan penyiangan gulma, lalu bumbun kembali saat ginofor mulai masuk ke dalam tanah pada umur 35-40 hari. Berikan pupuk organik terdekomposisi sempurna sebanyak 500 gram per meter persegi serta pupuk kaya kalsium untuk memperkuat dinding polong dan mencegah biji hampa.
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara terpadu melalui pemantauan rutin setidaknya 2 kali seminggu. Waspadai serangan ulat grayak yang memakan daun dan jamur daun bercak cokelat yang sering muncul saat kelembapan udara tinggi di atas 80 persen. Pemanenan dapat dilakukan setelah tanaman berumur 85-100 hari, ditandai dengan daun yang mulai menguning dan mengering serta kulit polong yang keras bertekstur kasar.





