Memasuki fase vegetatif pada usia 15 hingga 25 hari setelah tanam, tanaman memerlukan tambahan unsur hara nitrogen dalam takaran rendah guna mendukung pertumbuhan daun dan cabang primer. Pemberian pupuk susulan pertama ini dilakukan bersamaan dengan penyiangan gulma agar penyerapan hara oleh tanaman kacang tanah tidak terganggu oleh gulma. Pemupukan dilakukan secara alur berjarak 5 sentimeter dari batang tanaman agar tidak menyebabkan kerusakan pada akar muda akibat konsentrasi hara yang terlalu tinggi.
Fase paling menentukan terjadi pada saat pembungaan dan pembentukan gynophore atau pasak hingga pengisian polong pada usia 35 hingga 60 hari setelah tanam, di mana kebutuhan unsur kalsium dan kalium meningkat tajam. Kekurangan kalsium pada fase ini akan menyebabkan polong hampa atau tidak berisi biji, sehingga penambahan kapur pertanian atau dolomit sangat dianjurkan pada tanah masam sebelum tanam. Pemupukan kalium susulan kedua diberikan secara tepat waktu guna membantu proses pengisian biji agar bernas, padat, dan memiliki kadar minyak yang baik.
Aplikasi pemupukan yang efektif harus selalu memperhatikan kondisi kelembapan tanah, di mana pemupukan tidak boleh dilakukan saat tanah terlalu kering atau tergenang air hujan lebat. Setelah pemupukan susulan, sangat disarankan melakukan penyiraman ringan atau pembumbunan tanah agar pupuk masuk ke dalam zona perakaran dan tidak terbawa aliran air permukaan. Petani dianjurkan untuk selalu melakukan uji tanah sederhana atau berkonsultasi dengan petugas penyuluh lapangan setempat guna mendapatkan rekomendasi takaran yang akurat sesuai tingkat kesuburan lahan.