Kacang Tanah, Panduan Pemupukan Kacang Tanah yang Tepat Berdasarkan Fase Tumbuh
HONG SON / Pexels

Panduan Pemupukan Kacang Tanah yang Tepat Berdasarkan Fase Tumbuh

Pemupukan kacang tanah yang efektif dilakukan secara bertahap mulai dari olah tanah, fase vegetatif umur 10-15 hari, hingga fase generatif atau pembentukan ginofor pada umur 25-30 hari setelah tanam.

Jawaban singkat

Pemupukan dasar dilakukan pada saat pengolahan tanah sekitar 7 hingga 14 hari sebelum benih ditanam. Sebarkan pupuk organik atau pupuk kandang matang sebanyak 2 sampai 5 ton per hektar bersamaan dengan pembalikan tanah. Jika tanah memiliki pH di bawah 6,0, taburkan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 1 hingga 2 ton per hektar. Langkah dasar ini sangat penting untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme pelarut hara, serta menyediakan kalsium awal yang dibutuhkan tanaman.

Ringkas: Kacang Tanah

Cahaya
Sinar matahari penuh (minimal 8 jam/hari).
Penyiraman
Siram 2–3 hari sekali jika tidak hujan; hindari genangan terutama saat berbunga dan pengisian polong.
Musim
Musim kemarau (April–September) atau setelah padi di sawah.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Butuh perhatian pada pembumbunan dan drainase. Cocok untuk lahan kering atau sawah tadah hujan.

Pemupukan susulan pertama diberikan saat tanaman memasuki fase vegetatif awal pada umur 10 sampai 15 hari setelah tanam (HST). Tanaman kacang tanah mampu mengikat nitrogen sendiri melalui simbiosinya dengan bakteri Rhizobium pada bintil akar, sehingga pupuk nitrogen hanya diberikan dalam jumlah sedikit sebagai starter. Aplikasikan pupuk dasar NPK dengan dosis sekitar 50 hingga 75 kg per hektar atau kombinasi SP-36 sebanyak 75 kg per hektar dan KCl sebanyak 50 kg per hektar. Buat larikan kecil sejauh 5 cm dari pangkal batang, alurkan pupuk, lalu tutup kembali dengan tanah.

Pemupukan susulan kedua dilakukan pada fase generatif atau pembungaan awal, tepatnya pada umur 25 sampai 30 HST saat ginofor (bakal buah) mulai tumbuh menjulur ke dalam tanah. Pada fase ini, kebutuhan unsur Kalsium (Ca) dan Kalium (K) sangat tinggi untuk pembentukan cangkang dan pengisian biji. Taburkan gipsum atau tambahan kapur dolomit sebanyak 150 hingga 200 kg per hektar di sekitar barisan tanaman, kemudian lanjutkan dengan kegiatan pembumbunan tanah agar ginofor mudah menembus tanah dan menyerap kalsium secara langsung.

Penyesuaian pola pemupukan sangat bergantung pada kondisi iklim dan musim penanaman di Indonesia. Pada musim hujan, buat saluran drainase yang baik dengan kedalaman 20 sampai 30 cm agar air tidak menggenang yang dapat memicu pembusukan bintil akar dan pencucian hara. Sebaliknya, pada musim kemarau, lakukan penyiraman secara berkala setiap 3 sampai 5 hari sekali terutama setelah aplikasi pupuk susulan agar unsur hara terlarut sempurna dan dapat diserap oleh sistem perakaran tanaman.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengolahan tanah 1-2 minggu sebelum tanam dengan mencampurkan pupuk kandang 2-5 ton/ha dan dolomit 1-2 ton/ha.
  2. Berikan pemupukan susulan I pada umur 10-15 HST menggunakan pupuk NPK atau SP-36 dan KCl di samping larikan tanaman.
  3. Aplikasikan pupuk kalsium susulan II (gipsum/dolomit) pada umur 25-30 HST tepat saat pembentukan ginofor dimulai.
  4. Lakukan pembumbunan tanah bersamaan dengan pemupukan kedua dan siram lahan agar pupuk terlarut dengan baik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa kacang tanah sangat membutuhkan unsur kalsium?

Kalsium diserap langsung oleh ginofor dan polong di dalam tanah untuk membentuk cangkang yang keras dan memastikan biji terisi penuh tanpa menjadi hampa.

Apakah kacang tanah perlu dipupuk Urea dalam jumlah banyak?

Tidak perlu. Pemupukan Urea berlebihan justru membuat tanaman terlalu subur secara vegetatif (daun lebat) namun pembentukan polong berkurang dan bintil akar terhambat.

Kapan waktu terbaik melakukan pemupukan susulan pada kacang tanah?

Pemupukan susulan dilakukan dua kali, yaitu pada umur 10-15 HST (fase vegetatif) dan umur 25-30 HST (fase pembentukan ginofor/generatif).

Bagaimana cara mencegah polong kacang tanah menjadi hampa atau gabug?

Pastikan kecukupan Kalsium dengan memberikan dolomit atau gipsum saat pengolahan tanah dan saat fase pembentukan ginofor pada umur 25-30 HST.

Apakah pupuk organik saja cukup untuk budidaya kacang tanah?

Pupuk organik sangat baik untuk memperbaiki struktur tanah, namun penambahan pupuk kalsium dan fosfat tetap diperlukan untuk hasil panen polong yang optimal.

Lebih lanjut tentang Kacang Tanah

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.