Kacang Tanah, Panduan Diagnosis dan Pengendalian Hama Utama Tanaman Kacang Tanah
HONG SON / Pexels

Panduan Diagnosis dan Pengendalian Hama Utama Tanaman Kacang Tanah

Pengendalian hama kacang tanah memerlukan pengamatan rutin pada daun dan polong agar tindakan pencegahan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Jawaban singkat

Budidaya kacang tanah di Indonesia menghadapi tantangan serangan hama sepanjang tahun, baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Serangan dapat dimulai sejak fase awal perkecambahan umur 7 hari setelah tanam (HST) hingga masa pengisian polong pada umur 75-90 HST. Pengamatan rutin minimal 2 kali seminggu sangat penting untuk mendeteksi gejala kerusakan secara dini sebelum populasi hama melampaui ambang ekonomi.

Ringkas: Kacang Tanah

Cahaya
Sinar matahari penuh (minimal 8 jam/hari).
Penyiraman
Siram 2–3 hari sekali jika tidak hujan; hindari genangan terutama saat berbunga dan pengisian polong.
Musim
Musim kemarau (April–September) atau setelah padi di sawah.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Butuh perhatian pada pembumbunan dan drainase. Cocok untuk lahan kering atau sawah tadah hujan.

Pada bagian atas tanah, hama foliar seperti ulat grayak dan kutu daun sering menjadi masalah utama. Ulat grayak mampu menghabiskan lamina daun hingga 80 persen dalam waktu beberapa hari jika tidak dikendalikan, sedangkan kutu daun mengisap cairan pucuk muda sekaligus menjadi vektor penyakit virus kerdil. Penurunan luas daun aktif sebesar 30 persen pada fase berbunga umur 20-35 HST dapat menurunkan hasil panen hingga 45 persen.

Di dalam tanah, gangguan berasal dari hama perusak akar dan polong seperti uret serta ulat penggerek polong. Uret memotong sistem perakaran pada kedalaman 5-15 cm dari permukaan tanah yang menyebabkan tanaman layu layaknya kekurangan air. Penggerek polong merusak polong muda yang sedang berkembang di umur 45-70 HST, meninggalkan polong hampa atau berlubang yang menurunkan mutu biji kacang.

Penerapan pengendalian hama terpadu (PHT) secara konsisten dapat menekan kerugian secara efisien. Praktik sanitasi lahan, rotasi tanaman dengan jagung atau padi selama 3-4 bulan, pembumbunan tanah setinggi 5-10 cm, serta penggunaan perangkap lampu atau perangkap kuning lengket terbukti menurunkan tingkat kerusakan hingga di bawah 10 persen.

Penyebab & Cara Mengatasi

Ulat Grayak (Spodoptera litura)

Ciri: Daun berlubang tidak teratur hingga tersisa tulang daun, terdapat kelompok telur tertutup bulu halus serta kotoran ulat di permukaan daun.

Solusi: Petik daun berisi kelompok telur secara manual, pasang perangkap feromon, dan aplikasikan agens hayati Bacillus thuringiensis sesuai petunjuk.

Kutu Daun (Aphis craccivora)

Ciri: Pucuk daun menggulung, berwarna kekuningan, terdapat cairan lengket embun madu yang dihinggapi semut di sekitar pucuk.

Solusi: Semprotkan ekstrak daun mimba atau sabun kalium, manfaatkan musuh alami kumbang kubah, serta bersihkan gulma di sekitar bedengan.

Uret atau Larva Kumbang Bakhar

Ciri: Tanaman layu mendadak pada siang hari, perakaran utama dan polong muda terputus pada kedalaman 5-15 cm di bawah tanah.

Solusi: Lakukan pengolahan tanah sempurna sebelum tanam untuk memusnahkan uret, serta aplikasikan jamur entomopatogen Metarhizium anisopliae.

Penggerek Polong (Etiella zinckenella)

Ciri: Terdapat lubang kecil berdiameter 1-2 mm pada kulit polong, biji di dalam polong rusak dan dipenuhi kotoran hama.

Solusi: Lakukan penanaman serempak dalam tenggat 10 hari, lakukan pembumbunan tanah dengan rapi untuk menutup polong, serta panen tepat waktu.

Langkah-langkah

  1. Lakukan sanitasi lahan dan pengolahan tanah mendalam 14 hari sebelum tanam untuk memusnahkan kepompong hama di dalam tanah.
  2. Pasang perangkap kuning lengket sebanyak 20-30 buah per hektar atau perangkap lampu untuk memantau keberadaan serangga dewasa sejak awal tanam.
  3. Lakukan pengamatan berkala pada 20 sampel tanaman secara acak setiap 3-5 hari sekali untuk melihat gejala serangan awal pada daun dan pangkal batang.
  4. Terapkan pembumbunan tanah setinggi 5-10 cm pada umur 20-25 HST untuk melindungi calon polong dari jangkauan hama penggerek polong.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa tanda utama tanaman kacang tanah terserang hama uret di dalam tanah?

Tanaman tampak layu secara mendadak saat terik matahari meskipun kondisi tanah lembap, dan ketika dicabut, perakaran utama atau polong muda terlihat putus.

Bagaimana cara mencegah ulat grayak merusak tanaman kacang tanah?

Lakukan pengamatan rutin untuk mengambil kelompok telur secara manual, pasang perangkap feromon, dan manfaatkan agen hayati berbasis Bacillus thuringiensis.

Apakah pembumbunan tanah dapat mengurangi serangan hama polong?

Ya, pembumbunan tanah setinggi 5-10 cm menutup akses masuk ulat penggerek polong dan mempertebal lapisan tanah pelindung ginofor.

Kapan waktu kritis tanaman kacang tanah paling rentan terhadap serangan hama?

Fase paling kritis terjadi pada umur 20-35 HST saat pembungaan dan umur 45-70 HST saat pembentukan serta pengisian polong.

Lebih lanjut tentang Kacang Tanah

Panduan terkait

Hama & Pengendalian, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.