Kacang Tanah, Daun Kacang Tanah Menguning: Penyebab dan Cara Mengatasinya
HONG SON / Pexels

Daun Kacang Tanah Menguning: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Daun kacang tanah yang menguning saat musim kemarau dapat disebabkan oleh kekurangan hara, infeksi jamur, maupun stres kekeringan yang perlu diatasi secara tepat berdasarkan gejalanya.

Jawaban singkat

Gejala daun menguning pada tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan salah satu masalah utama yang sering dijumpai petani Indonesia, khususnya saat bertanam di musim kemarau. Penurunan area hijau pada daun ini mengganggu proses fotosintesis yang sangat krusial dalam pembentukan bintil akar dan pengisian polong. Jika dibiarkan tanpa tindakan pengamatan, produksi kacang tanah dapat menyusut hingga 40 sampai 50 persen dari potensi hasil normal.

Ringkas: Kacang Tanah

Cahaya
Sinar matahari penuh (minimal 8 jam/hari).
Penyiraman
Siram 2–3 hari sekali jika tidak hujan; hindari genangan terutama saat berbunga dan pengisian polong.
Musim
Musim kemarau (April–September) atau setelah padi di sawah.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Butuh perhatian pada pembumbunan dan drainase. Cocok untuk lahan kering atau sawah tadah hujan.

Faktor nutrisi dan manajemen air menjadi kunci utama pencegahan klorosis pada lahan kering. Pada fase vegetatif hingga pengisian polong usia 20 sampai 60 hari setelah tanam, kacang tanah membutuhkan pasokan air yang konsisten setidaknya 20 hingga 30 milimeter per minggu. Pemberian bahan organik seperti pupuk kandang matang sebanyak 5 hingga 10 ton per hektar sebelum tanam sangat membantu menjaga kelembapan tanah serta merangsang aktivitas bakteri pembentuk bintil akar Rhizobium.

Selain faktor kekurangan unsur hara Nitrogen atau Besi, serangan penyakit bercak daun yang disebabkan oleh jamur Cercospora sering memicu warna kuning mengelilingi noda cokelat. Penyakit ini berkembang cepat pada kondisi kelembapan mikro yang tinggi di sekitar perakaran saat penyiraman malam hari. Sanitasi gulma setiap 14 hari sekali dan pengaturan jarak tanam ideal 40 x 15 centimeter penting untuk menjaga sirkulasi udara di sekitar tajuk tanaman.

Pengendalian terpadu harus dilakukan berdasarkan diagnosis diferensial yang akurat agar tindakan perbaikan tepat sasaran. Penggunaan bahan hayati atau aplikasi kimia penyembuh harus mengikuti rekomendasi panduan setempat. Petani disarankan rutin melakukan inspeksi visual seminggu dua kali pada permukaan atas dan bawah daun untuk mendeteksi tanda awal serangan hama penyedot cairan maupun gejala penyakit foliar secara dini.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kekurangan Unsur Nitrogen (N)

Ciri: Daun tua bagian bawah menguning merata terlebih dahulu, pertumbuhan tanaman kerdil, dan bintil akar sedikit atau berwarna putih pucat saat dibelah.

Solusi: Lakukan pembumbunan tanah dan perbaiki drainase, serta pengayaan bahan organik yang membantu perkembangan bakteri Rhizobium penyerap nitrogen.

Penyakit Bercak Daun (Cercospora)

Ciri: Terdapat bercak bulat berwarna cokelat tua atau hitam yang dikelilingi halo (lingkaran) berwarna kuning cerah pada daun.

Solusi: Pangkas dan bakar daun yang terinfeksi parah, atur sirkulasi udara, dan semprotkan agen hayati atau fungisida sesuai anjuran label.

Kekurangan Unsur Besi (Fe) / Klorosis Interveinal

Ciri: Daun muda bagian pucuk menguning di antara tulang daun, sedangkan tulang daunnya tetap berwarna hijau segar. Umum di tanah kapur atau pH tinggi.

Solusi: Berikan pembenah tanah organik atau pengucuran unsur hara mikro sesuai petunjuk BPP setempat untuk menurunkan kejenuhan kapur.

Stres Kekeringan Ekstrem

Ciri: Seluruh daun melayu, menggulung, lalu menguning dan kering dimulai dari tepi daun pada siang hari saat musim kemarau.

Solusi: Lakukan penyiraman secara berkala pada pagi hari dan tambahkan mulsa jerami setebal 3 sampai 5 centimeter di permukaan tanah.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan visual pada seluruh bagian tanaman untuk membedakan apakah warna kuning muncul pada daun muda atau daun tua.
  2. Periksa bagian bawah daun dan cabut satu sampel tanaman secara acak untuk memeriksa kondisi bintil akar serta tingkat kelembapan tanah.
  3. Pisahkan tanaman yang terindikasi terserang penyakit menular seperti bercak daun agar sporanya tidak menyebar melalui angin atau percikan air.
  4. Berikan tindakan korektif sesuai penyebab, seperti penambahan mulsa jerami untuk kekeringan atau pembenahan tanah untuk perbaikan hara.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun kacang tanah yang menguning pasti kurang pupuk?

Tidak selalu. Daun menguning bisa disebabkan oleh serangan penyakit bercak daun, kekeringan, tanah yang terlalu padat, atau infeksi hama penyedot cairan.

Mengapa bintil akar kacang tanah saya berwarna putih dan daunnya kuning?

Bintil akar berwarna putih menandakan bakteri Rhizobium tidak aktif mengikat nitrogen. Bintil akar yang efektif dan sehat biasanya berwarna merah muda atau kemerahan di bagian dalamnya.

Bagaimana cara menyiram kacang tanah yang benar di musim kemarau?

Siram tanaman pada pagi hari secara merata di area perakaran. Pastikan air meresap hingga kedalaman 15-20 cm tanpa membuat air menggenang terlalu lama.

Apakah daun kacang tanah kuning menjelang panen itu normal?

Ya, penguningan daun secara alami pada umur 85-100 hari setelah tanam (tergantung varietas) merupakan penanda tanaman mulai memasuki fase kematangan fisiologis siap panen.

Lebih lanjut tentang Kacang Tanah

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.