Faktor nutrisi dan manajemen air menjadi kunci utama pencegahan klorosis pada lahan kering. Pada fase vegetatif hingga pengisian polong usia 20 sampai 60 hari setelah tanam, kacang tanah membutuhkan pasokan air yang konsisten setidaknya 20 hingga 30 milimeter per minggu. Pemberian bahan organik seperti pupuk kandang matang sebanyak 5 hingga 10 ton per hektar sebelum tanam sangat membantu menjaga kelembapan tanah serta merangsang aktivitas bakteri pembentuk bintil akar Rhizobium.
Selain faktor kekurangan unsur hara Nitrogen atau Besi, serangan penyakit bercak daun yang disebabkan oleh jamur Cercospora sering memicu warna kuning mengelilingi noda cokelat. Penyakit ini berkembang cepat pada kondisi kelembapan mikro yang tinggi di sekitar perakaran saat penyiraman malam hari. Sanitasi gulma setiap 14 hari sekali dan pengaturan jarak tanam ideal 40 x 15 centimeter penting untuk menjaga sirkulasi udara di sekitar tajuk tanaman.
Pengendalian terpadu harus dilakukan berdasarkan diagnosis diferensial yang akurat agar tindakan perbaikan tepat sasaran. Penggunaan bahan hayati atau aplikasi kimia penyembuh harus mengikuti rekomendasi panduan setempat. Petani disarankan rutin melakukan inspeksi visual seminggu dua kali pada permukaan atas dan bawah daun untuk mendeteksi tanda awal serangan hama penyedot cairan maupun gejala penyakit foliar secara dini.





