Jagung, Penyakit Jagung di Musim Hujan: Diagnosis Diferensial dan Cara Mengatasinya
Nascimento Jr. / Pexels

Penyakit Jagung di Musim Hujan: Diagnosis Diferensial dan Cara Mengatasinya

Penyakit jagung seperti bulai, bercak daun, dan busuk pelepah sering melonjak saat musim hujan akibat kelembapan tinggi, namun dapat dikendalikan dengan diagnosis tepat dan sanitasi lahan yang disiplin.

Jawaban singkat

Musim hujan di Indonesia membawa tantangan kelembapan tinggi di atas 85% yang memicu infeksi cendawan pada tanaman jagung umur 15 hingga 60 hari setelah tanam. Serangan penyakit yang tidak teridentifikasi sejak dini dapat menurunkan hasil panen hingga 70%. Penyakit utama yang paling sering merusak pertanaman jagung saat curah hujan tinggi adalah bulai, bercak daun Turcicum, dan busuk pelepah Rhizoctonia.

Ringkas: Jagung

Cahaya
Cahaya matahari penuh (8-10 jam per hari)
Penyiraman
Cukup pada fase vegetatif, kurangi jelang panen
Musim
Awal musim hujan atau kemarau dengan irigasi
Tingkat Kesulitan
Sedang

Periksa bagian gulungan daun muda secara berkala untuk mendeteksi ulat grayak sejak dini.

Pada curah hujan tinggi melebihi 200 mm per bulan, jamur penyebab bulai berkembang pesat melalui spora yang menyebar pada malam hari dan menginfeksi daun muda tanaman umur 10 sampai 30 hari setelah tanam. Gejala khasnya berupa garis-garis kekuningan membujur sejajar tulang daun yang disertai lapisan tepung putih di permukaan bawah daun pada pagi hari sekitar pukul 05.00 hingga 07.00.

Penyakit bercak daun umum menyerang saat tanaman memasuki fase generatif umur 45 hingga 75 hari setelah tanam dengan gejala bercak cokelat keabu-abuan berbentuk oval memanjang seperti cerutu sepanjang 5 hingga 15 cm. Sementara itu, busuk pelepah menginfeksi pelepah daun dekat permukaan tanah dengan gejala bercak kemerahan atau kecokelatan yang membesar membentuk pola berselang-seling mirip kulit ular.

Pengendalian terpadu harus segera diterapkan dengan memusnahkan tanaman terinfeksi bulai secara total, mengatur jarak tanam minimal 70 cm x 20 cm untuk meminimalisasi kelembapan tajuk, serta mengaplikasikan agen hayati Trichoderma harzianum atau Bacillus subtilis secara berkala setiap 7 hari sekali selama periode hujan lebat.

Penyebab & Cara Mengatasi

Bulai (Downy Mildew / Peronosclerospora maydis)

Ciri: Garis-garis kuning memanjang pada daun muda, lapisan tepung putih di bawah daun pada pagi hari, dan tanaman menjadi kerdil.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman terinfeksi sampai ke akar, gunakan benih bersertifikat tahan bulai, serta lakukan perlakuan benih sebelum tanam.

Bercak Daun Turcicum (Exserohilum turcicum)

Ciri: Bercak oval memanjang warna cokelat keabu-abuan menyerupai cerutu pada daun tua yang meluas ke daun muda.

Solusi: Pangkas daun bagian bawah yang terinfeksi berat, tingkatkan sirkulasi udara, dan semprotkan fungisida sesuai anjuran petunjuk kemasan.

Busuk Pelepah (Rhizoctonia solani)

Ciri: Bercak lebar berselang-seling cokelat muda dan tua pada pelepah dekat permukaan tanah dengan pola menyerupai kulit ular.

Solusi: Kurangi kelembapan mikro di sekitar pangkal batang, perbaiki saluran air, dan aplikasikan agen hayati Trichoderma pada tanah.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan rutin atau scouting minimal 2 kali seminggu pada pagi hari untuk mendeteksi gejala awal infeksi jamur.
  2. Musnahkan segera tanaman yang menunjukkan gejala bulai dengan mencabut sampai akar lalu membakarnya di luar area perkebunan.
  3. Perbaiki drainase lahan dengan membuat parit keliling sedalam 30 cm agar air hujan tidak menggenang di sekitar pangkal batang.
  4. Semprotkan agen hayati atau fungisida terdaftar secara merata pada pelepah dan daun sesuai dosis petunjuk pada kemasan produk.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah jamur penyebab penyakit jagung bisa bertahan di dalam tanah hingga musim berikutnya?

Ya, patogen seperti Rhizoctonia dan Exserohilum dapat bertahan dalam bentuk spora dorman pada sisa-sisa tanaman di tanah, sehingga rotasi tanaman non-rumput sangat dianjurkan.

Bagaimana cara membedakan gejala bulai dengan kekurangan unsur hara seng pada jagung?

Bulai memiliki serbuk putih di permukaan bawah daun pada pagi hari dan garis kuningnya jelas tegak lurus, sedangkan defisiensi seng menyebabkan pita kuning memudar di pertengahan daun tanpa adanya spora.

Apakah benih jagung hibrida yang tahan bulai masih perlu perlakuan benih?

Sangat disarankan, terutama di daerah endemik bulai pada musim hujan, untuk memberikan perlindungan ganda pada fase rentan 0 hingga 20 hari setelah tanam.

Kapan waktu terbaik melakukan penyemprotan fungisida atau agen hayati di musim hujan?

Waktu terbaik adalah pagi hari setelah embun mengering sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 saat cuaca cerah agar bahan aktif terserap optimal sebelum hujan turun.

Lebih lanjut tentang Jagung

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.