Lakukan penyiraman secara teratur sebanyak dua kali sehari pada fase awal pertumbuhan jika tidak turun hujan, lalu sesuaikan menjadi dua hingga tiga kali seminggu saat tanaman mulai besar. Di musim kemarau, pastikan pasokan air irigasi mencukupi ke area perakaran tanpa menyebabkan genangan yang dapat memicu busuk akar. Sebaliknya, saat musim hujan tiba, buatlah saluran drainase yang baik di sekitar bedengan agar air tidak menggenang di lahan.
Pengendalian gulma atau rumput liar wajib dilakukan secara berkala pada umur dua minggu dan empat minggu setelah tanam untuk mencegah perebutan unsur hara. Bersamaan dengan penyiangan gulma, lakukan kegiatan pembumbunan atau penimbunan tanah di pangkal batang agar sistem perakaran adventif tumbuh lebih kokoh dan mencegah tanaman jagung roboh diterpa angin kencang. Pastikan tidak melukai akar utama saat mencangkul tanah di sekitar tanaman.
Pantau kesehatan daun dan batang secara rutin setiap minggu guna mendeteksi dini gejala serangan organisme pengganggu tumbuhan. Meskipun teknik pemupukan dan penanaman dibahas pada topik terpisah, pastikan kebutuhan hara makro dan mikro tetap terpenuhi melalui pemupukan susulan tepat waktu. Dengan manajemen perawatan yang disiplin dan konsisten, tanaman jagung Anda akan tumbuh subur, sehat, dan menghasilkan tongkol yang besar serta bernas.