Penanaman benih jagung hibrida atau komposit dilakukan dengan membuat lubang tanam setinggi 3 sampai 5 cm. Jarak tanam ideal pada musim kemarau adalah 75 cm x 20 cm dengan 1 biji per lubang, sedangkan pada musim hujan disarankan 75 cm x 25 cm untuk menjaga sirkulasi udara mikro dan mengurangi kelembapan berlebih.
Pengairan dilakukan secara intensif pada fase kritis, yaitu saat perkecambahan pada umur 0 sampai 10 HST, pembentukan bunga pada umur 35 sampai 45 HST, dan pengisian biji pada umur 60 sampai 75 HST. Pembumbunan atau penimbunan tanah ke pangkal batang dilakukan pada umur 25 sampai 30 HST bersamaan dengan penyiangan gulma agar tanaman tegak kokoh dan akar udara berkembang maksimal.
Panen jagung manis biasanya dilakukan pada umur 65 sampai 75 HST ketika rambut jagung berwarna cokelat kehitaman dan bijinya terasa empuk berair saat ditekan. Untuk jagung pakan atau biji kering, panen dilakukan pada umur 100 sampai 110 HST saat kelobot mengering sempurna berwarna cokelat dan terbentuk lapisan hitam (black layer) pada pangkal biji.





