Pengolahan tanah sangat menentukan keberhasilan cara menanam jagung di Indonesia. Lahan dicangkul sedalam 20 hingga 30 sentimeter dan dibentuk bedengan dengan lebar 1 meter agar drainase lancar, terutama saat musim penghujan tiba agar akar tanaman tidak tergenang air dan membusuk.
Perawatan vegetatif dalam cara menanam jagung mencakup penyiangan gulma secara manual menggunakan cangkul atau tangan pada usia 2 minggu dan 4 minggu setelah tanam. Pembumbunan atau penimbunan tanah di pangkal batang perlu dilakukan bersamaan dengan penyiangan agar tanaman jagung berdiri kokoh dan tidak mudah rebah saat diterpa angin kencang.
Memasuki usia 70 hingga 85 hari setelah tanam, jagung manis sudah memasuki masa panen yang ditandai dengan rambut buah berwarna kecokelatan dan isi biji yang jika ditekan mengeluarkan cairan seperti susu. Pemanenan harus dilakukan pada pagi atau sore hari dengan mematahkan tongkol secara hati-hati agar tanaman tidak rusak.