Diagnosis yang tepat sangat krusial karena pola kuning pada daun memberikan petunjuk berbeda. Klorosis yang dimulai dari pucuk daun tua membentuk huruf V terbalik menandakan defisiensi nitrogen, sedangkan garis-garis kuning memanjang dari pangkal hingga ujung daun muda mengindikasikan infeksi jamur bulai yang marak saat kelembapan udara malam hari tetap tinggi.
Pengairan yang tidak teratur di musim kemarau, seperti penyiraman berjarak lebih dari 7 sampai 10 hari pada tanah berpasir, dapat memperparah stres fisiologis tanaman jagung. Pembakaran jaringan daun akibat sinar matahari terik juga sering mengelabui petani, di mana bagian tepi daun tampak menguning lalu mengering kusam secara mendadak.
Pencegahan dan penanganan dini dilakukan dengan mengatur jadwal irigasi selang 4 sampai 5 hari sekali pada fase kritis pembentukan tongkol, serta melakukan pergiliran tanaman secara konsisten. Pemberian bahan organik seperti kompos matang sebanyak 5 sampai 10 ton per hektar sebelum tanam sangat membantu meningkatkan kapasitas ikat air tanah di lahan kering.





