Panduan Pengendalian Hama Tanaman Jagung Terpadu

Hama tanaman jagung seperti ulat grayak frugiperda, penggerek batang, dan kutu daun dapat merusak tanaman jagung jika tidak dikendalikan sejak dini.

Jawaban singkat

Serangan hama tanaman jagung menjadi tantangan utama petani di Indonesia sepanjang tahun, baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Salah satu hama paling ganas adalah ulat grayak frugiperda (Spodoptera frugiperda) yang sanggup merusak pucuk daun hingga 80 persen populasi tanaman dalam waktu singkat jika kondisi cuaca mendukung perkembangbiakannya.

Ringkas: Jagung

Cahaya
Cahaya matahari penuh (8-10 jam per hari)
Penyiraman
Cukup pada fase vegetatif, kurangi jelang panen
Musim
Awal musim hujan atau kemarau dengan irigasi
Tingkat Kesulitan
Sedang

Periksa bagian gulungan daun muda secara berkala untuk mendeteksi ulat grayak sejak dini.

Selain ulat grayak, penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis) dan penggerek tongkol (Helicoverpa armigera) sering menyerang fase vegetatif akhir hingga generatif. Serangan penggerek batang ditandai dengan ditemukannya lubang kecokelatan pada batang yang menyebabkan tanaman gampang patah saat diterjang angin kencang di fase pembentukan tongkol.

Pada musim kemarau, hama hisap seperti kutu daun (Aphis maidis) dan wereng hijau sering melonjak populasinya. Serangga kecil ini mengisap cairan daun muda sehingga menyebabkan daun menggulung, kerdil, serta memicu pertumbuhan embun jelaga hitam yang menurunkan efisiensi fotosintesis hingga 30 persen.

Pengendalian hama jagung efektif dilakukan dengan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yaitu memadukan pengamatan rutin minimal 2 kali seminggu, pemanfaatan musuh alami, rotasi tanaman, serta penggunaan agen hayati atau insektisida secara bijak sesuai petunjuk teknis.

Penyebab & Cara Mengatasi

Ulat Grayak Frugiperda (Spodoptera frugiperda)

Ciri: Daun terbekas gigitan berlubang besar, terdapat gumpalan kotoran basah seperti serbuk gergaji di gulungan pucuk daun muda.

Solusi: Pungut ulat secara manual pada lahan sempit, serta aplikasikan agen hayati berbasis bakteri Bacillus thuringiensis atau jamur entomopatogen pada pucuk daun.

Penggerek Batang Jagung (Ostrinia furnacalis)

Ciri: Lubang-lubang kecil berderet pada daun yang baru membuka, terdapat serbuk kotoran di ketiak daun, dan batang berlubang sehingga mudah patah.

Solusi: Lepaskan parasitoid telur Trichogramma sp. di sekitar lahan atau potong sebagian bunga jantan yang terserang parah sebelum larva berpindah.

Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera)

Ciri: Ulat masuk dari ujung tongkol, memakan biji jagung muda, dan meninggalkan kotoran di area rambut tongkol.

Solusi: Teteskan minyak nabati atau ekstrak biji mimba pada area rambut tongkol yang baru keluar untuk mencegah larva masuk ke dalam tongkol.

Kutu Daun Jagung (Aphis maidis)

Ciri: Koloni serangga kecil hijau kekuningan memadati daun muda dan bunga jantan, disertai lapisan embun jelaga berwarna hitam.

Solusi: Semprotkan larutan sabun kalium cair atau biopestisida minyak mimba, serta lestarikan predator alami seperti kumbang koksinelid.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pengamatan rutin pada gulungan daun muda minimal 2 kali sepekan sejak tanaman berumur 7 hari setelah tanam.
  2. Bersihkan gulma di sekitar pematang dan kumpulkan sisa tanaman musim lalu yang berpotensi menjadi tempat persembunyian pupa hama.
  3. Pasang perangkap feromon atau perangkap cahaya di tepi lahan untuk memantau kedatangan ngengat dewasa sebelum bertelur.
  4. Aplikasikan agen hayati seperti Beauveria bassiana pada sore hari saat kelembapan udara optimal dan paparan sinar matahari meredup.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa tanda awal serangan ulat grayak frugiperda pada tanaman jagung muda?

Tanda awalnya berupa bintik transparan pada daun akibat ulat kecil memakan lapisan bawah daun, diikuti lubang-lubang tidak teratur dan gumpalan kotoran pada gulungan pucuk.

Kapan waktu terbaik menyemprotkan agen hayati untuk mengendalikan hama jagung?

Waktu terbaik adalah pada sore hari setelah pukul 16.00 WIB agar mikroorganisme hayati tidak rusak oleh radiasi sinar ultraviolet matahari.

Apakah rotasi tanaman efektif menekan populasi hama jagung?

Sangat efektif. Memutus tanaman inang dengan menanam famili non-rumput seperti kacang-kacangan selama satu musim dapat menurunkan populasi pupa hama di dalam tanah.

Mengapa bunga jantan jagung yang terserang penggerek sebaiknya dipotong?

Pemotongan bunga jantan yang terserang membuang gumpalan telur dan larva penggerek sebelum mereka merayap turun dan merusak tongkol jagung.

Bagaimana cara membedakan serangan penggerek batang dengan penggerek tongkol?

Penggerek batang merusak ketiak daun dan bagian dalam batang pada fase vegetatif, sedangkan penggerek tongkol masuk melalui rambut jagung dan merusak biji pada fase generatif.

Lebih lanjut tentang Jagung

Panduan terkait

Hama & Pengendalian, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.