Penanaman jelai sebaiknya dimulai pada awal musim kemarau atau akhir musim hujan agar bibit tidak membusuk akibat tergenang air. Tebar atau tanam benih berkualitas sebanyak 80 hingga 100 kilogram per hektar dengan jarak tanam 20 kali 15 sentimeter dan kedalaman 3 hingga 5 sentimeter. Penutupan benih dengan tanah tipis dan mulsa jerami setebal 2 sentimeter sangat dianjurkan untuk menjaga kelembapan awal penyemaian.
Perawatan harian mencakup penyiraman rutin 1 hingga 2 kali seminggu pada 30 hari pertama, kemudian dikurangi saat tanaman memasuki fase pembentukan bulir. Penyiangan gulma dilakukan secara manual sebanyak 2 kali, yaitu pada umur 20 dan 40 hari setelah tanam. Pemupukan susulan berupa pupuk nitrogen dan kalium diberikan pada umur 25 hari untuk merangsang pembentukan anakan yang produktif.
Panen jelai dapat dilakukan saat tanaman berumur 90 hingga 120 hari setelah tanam, ditandai dengan 80 persen batang dan malai yang telah berubah warna menjadi kuning keemasan. Potong pangkal batang menggunakan sabit tajam pada pagi hari saat embun telah mengering, lalu keringkan bulir di bawah sinar matahari selama 3 hingga 4 hari hingga kadar air mencapai kurang dari 14 persen sebelum disimpan.