Penyiraman tanaman jelai harus disesuaikan dengan kondisi iklim lokal, terutama pada fase vegetatif awal hingga fase pembungaan pada umur 30 hingga 45 hari. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 2 kali seminggu sebanyak 3 hingga 5 liter air per meter persegi untuk menjaga kelembapan tanah pada tingkat 60 hingga 70 persen, sementara pada musim hujan usahakan drainase bedengan sedalam 20 sentimeter berfungsi baik untuk mencegah genangan air dan pembusukan akar.
Pemupukan susulan berimbang diberikan sebanyak dua kali selama siklus tanam, yaitu pada umur 21 hari dan 42 hari setelah tanam. Gunakan pupuk organik terdekomposisi sempurna sebanyak 1 hingga 2 kilogram per meter persegi saat pengolahan tanah awal, dilanjutkan pemberian pupuk kaya nitrogen dan kalium sesuai rekomendasi setempat untuk merangsang pembentukan malai yang berbobot.
Penyiangan gulma dilakukan secara manual setiap 14 hari sekali hingga tajuk tanaman menutup rapat pada umur 50 hari. Pemantauan hama seperti kutu daun dan penyakit karat daun harus dilakukan secara rutin seminggu sekali, terutama saat peralihan musim dari kemarau ke hujan, agar tindakan pengendalian hayati atau sanitasi lahan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum masa panen pada umur 90 hingga 110 hari.