Penyakit Buckwheat: Gejala & Cara Mengobati

Penyakit pada buckwheat di Indonesia umumnya disebabkan oleh jamur dan bakteri; kenali gejala dan lakukan pengendalian tepat.

Jawaban singkat

Buckwheat (Fagopyrum esculentum) termasuk tanaman yang relatif tahan, namun di lahan tropis Indonesia beberapa penyakit jamur dan bakteri kerap muncul terutama saat musim hujan dengan kelembaban tinggi. Penyakit utama yang sering menyerang antara lain hawar daun (leaf blight), busuk akar (root rot), dan bercak daun (leaf spot). Gejala awal perlu dikenali agar penanganan cepat dilakukan.

Ringkas: Buckwheat

Cahaya
Cahaya penuh (minimal 6 jam matahari langsung).
Penyiraman
Siram 2-3 hari sekali, jangan sampai tergenang.
Musim
Tanam awal musim kemarau (April-Mei).
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman cepat tumbuh, tidak rewel, cocok untuk pemula.

Hawar daun (Leaf blight) disebabkan jamur Phytophthora atau Alternaria. Ciri: bercak coklat kehitaman pada daun yang meluas, daun mengering dan rontok. Biasanya muncul setelah hujan terus-menerus. Busuk akar (Rhizoctonia atau Fusarium) ditandai layu mendadak, akar membusuk berwarna coklat, dan tanaman mudah dicabut. Bercak daun (Cercospora) menunjukkan bercak kecil bulat dengan tepi ungu, pusat abu-abu, lalu berlubang.

Pengendalian utama adalah sanitasi: bersihkan sisa tanaman terinfeksi, perbaiki drainase, dan atur jarak tanam (20-30 cm) untuk sirkulasi udara. Rotasi tanaman dengan bukan inang (padi, jagung) minimal 2 musim. Gunakan benih sehat dan hindari penyiraman di atas daun. Untuk pengendalian kimia, konsultasikan dengan penyuluh setempat dan baca label fungisida yang sesuai.

Pencegahan lebih baik: tanam di awal kemarau (April-Mei) untuk menghindari hujan deras. Pantau kelembaban tanah; jangan sampai tergenang. Jika serangan sudah parah, cabut dan bakar tanaman sakit. Laporkan ke BPP terdekat untuk diagnosis lebih lanjut.

Penyebab & Cara Mengatasi

Hawar Daun (Leaf Blight)

Ciri: Bercak coklat kehitaman meluas pada daun, daun mengering dan rontok, muncul setelah hujan terus-menerus.

Solusi: Perbaiki drainase, jarak tanam renggang, semprot fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai label.

Busuk Akar (Root Rot)

Ciri: Layu mendadak, akar coklat dan busuk, tanaman mudah dicabut, tanah lembab.

Solusi: Hindari genangan, rotasi tanaman, gunakan fungisida tanah seperti benomil (konsultasi penyuluh).

Bercak Daun (Leaf Spot)

Ciri: Bercak kecil bulat dengan tepi ungu, pusat abu-abu, lama-lama berlubang.

Solusi: Sanitasi sisa tanaman, semprot fungisida berbahan aktif propineb atau klorotalonil sesuai anjuran.

Langkah-langkah

  1. Identifikasi gejala: periksa daun, batang, dan akar; catat pola serangan.
  2. Lakukan sanitasi: bersihkan gulma dan sisa tanaman, perbaiki drainase.
  3. Atur jarak tanam 20-30 cm untuk sirkulasi udara dan kurangi kelembaban.
  4. Rotasi tanaman dengan padi atau jagung minimal 2 musim tanam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah buckwheat bisa ditanam di musim hujan?

Bisa, tetapi risiko penyakit lebih tinggi. Pastikan drainase baik dan jarak tanam renggang.

Bagaimana cara membedakan hawar daun dengan bercak daun?

Hawar daun: bercak besar dan meluas tanpa batas jelas. Bercak daun: bercak kecil, bulat, dengan tepi ungu dan pusat abu-abu.

Apakah penyakit buckwheat bisa menular ke tanaman lain?

Beberapa patogen seperti Fusarium dan Rhizoctonia bersifat polifag, bisa menyerang kacang-kacangan dan sayuran. Rotasi tanaman penting.

Berapa lama masa tanam buckwheat hingga panen?

Di dataran rendah, sekitar 70-90 hari. Di dataran tinggi bisa lebih lama.

Apa yang harus dilakukan jika tanaman buckwheat layu mendadak?

Periksa akar apakah busuk. Jika iya, segera cabut dan bakar, lalu perbaiki drainase. Jangan menanam buckwheat di lahan yang sama selama 2 musim.

Apakah buckwheat tahan hama?

Relatif tahan, namun kutu daun dan ulat kadang muncul. Kendalikan dengan insektisida nabati (misal ekstrak bawang putih) jika serangan ringan.

Lebih lanjut tentang Buckwheat

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.