Ciri utama buckwheat siap panen: 75-80% biji telah berubah warna dari hijau menjadi cokelat tua kehitaman, batang mulai mengering, dan biji mudah rontok bila digoyang. Panen dilakukan pagi hari (06.00-09.00) saat embun mengering untuk mengurangi kadar air biji (idealnya 14-16%). Jangan tunda panen karena biji mudah rontok dan dimakan burung.
Cara panen: potong batang 10-15 cm di atas permukaan tanah menggunakan sabit atau gunting panen. Ikat batang menjadi berkas kecil (diameter 20-30 cm) lalu jemur di atas terpal atau rak bambu selama 3-5 hari di tempat teduh namun berventilasi. Setelah kering, banting berkas di atas wadah untuk memisahkan biji dari batang, lalu bersihkan dengan ayakan atau kipas angin.
Hasil panen buckwheat di Indonesia rata-rata 1-2 ton/ha biji kering. Simpan biji dalam wadah kedap udara di tempat sejuk (15-20°C) dengan kelembaban ≤60%. Biji yang disimpan baik bisa bertahan 6-12 bulan. Untuk konsumsi rumah tangga, panen cukup 5-10 tanaman setiap 2 minggu agar stok segar terus tersedia.