Persiapan lahan: olah tanah sedalam 20-30 cm, buat bedengan lebar 1 meter dengan tinggi 20 cm untuk drainase. Taburkan pupuk kandang matang 10-15 ton/ha atau 2 kg/m². Benih buckwheat berbentuk segitiga, rendam dalam air hangat (50°C) selama 5 menit untuk mematahkan dormansi. Semai langsung dengan jarak tanam 30x30 cm, 3-5 benih per lubang, tutup tipis tanah. Kebutuhan benih sekitar 40-60 kg/ha.
Perawatan: buckwheat tumbuh cepat, 30-40 hari sudah berbunga. Penyiraman cukup 2-3 hari sekali jika tidak hujan. Gulma dikendalikan dengan mulsa jerami atau penyiangan manual. Hama utama adalah ulat grayak dan kutu daun; kendalikan dengan insektisida nabati (ekstrak daun mimba) atau konsultasi ke BPP. Pemupukan susulan tidak diperlukan jika tanah subur.
Panen dilakukan 70-90 hari setelah tanam, saat 75% biji berwarna cokelat dan batang mulai mengering. Potong batang setinggi 15 cm dari tanah, jemur 3-5 hari, lalu banting atau giling untuk melepas biji. Hasil panen sekitar 1-2 ton/ha biji kering. Simpan biji dalam wadah kedap udara di tempat sejuk.