Daun Buckwheat Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi

Daun buckwheat yang menguning bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut diagnosis dan solusinya untuk petani Indonesia.

Jawaban singkat

Buckwheat (Fagopyrum esculentum) mulai populer di Indonesia sebagai tanaman pangan alternatif. Namun, banyak petani mengeluhkan daun yang menguning. Masalah ini bisa muncul di berbagai musim, baik hujan maupun kemarau, tergantung penyebabnya. Mari kita bedah satu per satu.

Ringkas: Buckwheat

Cahaya
Cahaya penuh (minimal 6 jam matahari langsung).
Penyiraman
Siram 2-3 hari sekali, jangan sampai tergenang.
Musim
Tanam awal musim kemarau (April-Mei).
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman cepat tumbuh, tidak rewel, cocok untuk pemula.

Pertama, periksa drainase lahan. Buckwheat tidak tahan genangan. Jika musim hujan dan tanah becek, akar bisa busuk sehingga daun menguning. Ciri khasnya: daun bawah menguning lebih dulu, tanah lembap berlebihan. Solusinya: buat bedengan tinggi, perbaiki saluran air, atau tanam di lahan miring.

Kedua, kekurangan unsur hara, terutama nitrogen. Daun menguning merata, dimulai dari daun tua. Biasanya terjadi di tanah miskin atau setelah hujan lebat yang mencuci unsur hara. Solusi: beri pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang (2-3 ton/ha) sebelum tanam, atau semprot pupuk daun cair (baca label) saat tanaman berumur 2-3 minggu.

Ketiga, serangan hama seperti kutu daun atau tungau. Daun menguning dengan bercak atau keriting, ada serangga kecil di balik daun. Musim kemarau lebih rentan. Solusi: semprotkan insektisida nabati (misal ekstrak neem) atau lepaskan musuh alami seperti kumbang koksi. Hindari pestisida kimia berlebihan agar tidak merusak polinator.

Penyebab & Cara Mengatasi

Genangan air / drainase buruk

Ciri: Daun bawah menguning, tanah becek, terutama saat musim hujan. Akar berwarna cokelat kehitaman dan berbau busuk.

Solusi: Perbaiki drainase dengan membuat bedengan setinggi 20-30 cm. Jika sudah terlanjur, kurangi penyiraman dan gemburkan tanah di sekitar akar.

Kekurangan nitrogen

Ciri: Daun menguning merata mulai dari daun tua, pertumbuhan tanaman kerdil, dan daun bawah mengering.

Solusi: Aplikasikan pupuk organik kaya nitrogen seperti kompos (2-3 ton/ha) atau pupuk kandang. Semprot pupuk daun cair dengan kandungan N tinggi (ikuti dosis pada label) pada pagi atau sore hari.

Hama kutu daun / tungau

Ciri: Daun menguning tidak merata, ada bercak kuning atau keriting, serta ditemukan serangga kecil (kutu atau tungau) di permukaan bawah daun. Biasanya muncul di musim kemarau.

Solusi: Semprot dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun neem (1 kg daun neem direbus dalam 5 L air, dinginkan, saring, dan semprotkan). Lakukan penyemprotan setiap 5-7 hari. Jika perlu, gunakan insektisida kimia sesuai rekomendasi BPP setempat.

Langkah-langkah

  1. Periksa drainase: pastikan lahan tidak tergenang. Jika ya, buat saluran pembuangan atau naikkan bedengan.
  2. Uji tanah: ambil sampel tanah dan kirim ke BPP atau laboratorium terdekat untuk mengetahui kadar hara, terutama nitrogen.
  3. Amati hama: periksa bagian bawah daun dengan kaca pembesar. Jika ada kutu atau tungau, segera lakukan pengendalian.
  4. Berikan pupuk: jika kekurangan nitrogen, beri pupuk organik atau semprot pupuk daun. Jika hama, gunakan pestisida nabati.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah buckwheat bisa ditanam di dataran rendah Indonesia?

Bisa, buckwheat tumbuh optimal di dataran rendah hingga 1500 mdpl. Namun, suhu ideal 15-25°C. Di dataran rendah yang panas, pertumbuhannya lebih cepat tetapi produksi biji bisa berkurang.

Berapa lama waktu panen buckwheat?

Buckwheat panen sekitar 10-12 minggu setelah tanam. Tanda siap panen: biji berwarna cokelat tua dan mudah rontok. Panen pagi hari untuk mengurangi rontok.

Apakah buckwheat tahan kekeringan?

Cukup tahan, tetapi tetap butuh air terutama saat berbunga dan pengisian biji. Kekeringan parah menyebabkan daun menguning dan biji hampa. Beri irigasi jika tidak hujan lebih dari 5 hari.

Hama apa saja yang sering menyerang buckwheat?

Kutu daun (Aphis spp.), tungau (Tetranychus spp.), dan ulat grayak. Kutu daun menyebabkan daun keriting dan kuning, tungau menimbulkan bercak kuning, ulat memakan daun. Gunakan pestisida nabati atau musuh alami seperti kumbang koksi.

Apakah buckwheat bisa ditanam di pot?

Bisa, asal pot berdiameter minimal 30 cm dan dalam 40 cm. Gunakan campuran tanah, kompos, dan sekam (2:1:1). Siram setiap hari, jangan sampai tergenang. Letakkan di tempat terkena sinar matahari langsung minimal 6 jam.

Mengapa daun buckwheat saya menguning setelah dipupuk urea?

Pemberian urea berlebihan bisa menyebabkan daun terbakar atau menguning. Hentikan pemupukan, siram dengan air bersih untuk mengurangi konsentrasi. Selanjutnya, gunakan pupuk organik atau pupuk NPK seimbang sesuai dosis.

Lebih lanjut tentang Buckwheat

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.