Pengolahan tanah dilakukan dengan membuat bedengan atau guludan setinggi 30 hingga 40 cm dan lebar 80 hingga 100 cm. Campurkan pupuk kandang sapi atau kambing yang sudah matang sebanyak 3 hingga 5 kg per meter persegi ke dalam guludan. Buat jarak tanam ideal 70 x 70 cm agar ruang pembesaran umbi di dalam tanah tidak saling berebut nutrisi.
Selama masa pertumbuhan aktif pada bulan ke-1 hingga ke-5, tanaman membutuhkan tiang panjatan dari bambu setinggi 2 meter untuk merambatkan batangnya yang berduri. Lakukan penyiangan gulma secara berkala setiap 3 minggu sekali serta penambahan tanah pada pangkal batang (pembumbunan) pada bulan ke-2 dan ke-4 untuk menutupi umbi yang mulai membesar.
Momen panen tiba saat memasuki musim kemarau, sekitar bulan Juli hingga September atau 7 hingga 12 bulan setelah tanam, yang ditandai dengan daun serta batang mulai menguning dan mengering. Pembongkaran umbi dilakukan secara perlahan menggunakan cangkul dengan radius 30 cm dari pangkal batang agar kulit umbi tidak terluka.