Penyebab paling umum daun gadung menguning adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen dan magnesium. Ciri khasnya: daun tua menguning merata, dimulai dari tepi atau antar tulang daun. Solusinya: berikan pupuk organik (pupuk kandang 2-3 kg/tanaman) atau pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis sesuai label, diaplikasikan setiap 2 bulan sekali. Pada musim hujan, pastikan drainase baik karena genangan bisa menyebabkan akar busuk dan daun menguning.
Penyebab lain adalah serangan hama penggerek umbi (Cylas formicarius) atau penyakit busuk umbi (Fusarium spp.). Ciri khas serangan hama: daun menguning diikuti layu, dan pada umbi terdapat lubang gerekan. Untuk penyakit busuk, daun menguning dan layu mendadak, umbi lembek. Pengendalian: lakukan rotasi tanaman dengan palawija (jagung, kacang tanah) minimal 2 tahun, gunakan bibit sehat, dan hindari luka pada umbi saat penyiangan.
Penyebab ketiga adalah kekeringan atau kelebihan air. Pada musim kemarau (Juni-September), daun gadung bisa menguning karena stres air. Ciri: daun menguning dimulai dari ujung, tepi mengering. Solusi: mulsa jerami setebal 5-7 cm untuk menjaga kelembaban tanah. Sebaliknya, di musim hujan, genangan air menyebabkan akar busuk; buat saluran drainase selebar 20 cm dan dalam 30 cm di sekeliling bedengan. Jika sudah parah, segera konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat.