Panduan Pemupukan Gadung (Dioscorea hispida) yang Tepat

Pemupukan yang tepat pada gadung akan meningkatkan hasil umbi dan mengurangi risiko keracunan akibat kadar sianida yang tinggi.

Jawaban singkat

Gadung (Dioscorea hispida) merupakan tanaman umbi-umbian yang banyak dibudidayakan di Indonesia, terutama di lahan kering dan pekarangan. Agar produksi umbi optimal, pemupukan harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan dan kondisi tanah. Tanaman ini membutuhkan unsur hara makro (N, P, K) dan mikro (terutama kalsium dan magnesium) dalam jumlah cukup. Pemupukan yang berlebihan nitrogen justru dapat meningkatkan kadar sianida dalam umbi, sehingga perlu dihindari.

Ringkas: Gadung

Cahaya
Sinar matahari penuh (6-8 jam per hari)
Penyiraman
Sedang, jaga tanah tetap lembap namun bebas genangan
Musim
Awal musim hujan (November-Desember)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan tiang panjatan yang kuat dan pengolahan pascapanen khusus untuk menghilangkan racun.

Pemupukan dasar dilakukan saat persiapan lahan dengan memberikan pupuk kandang matang sebanyak 10-15 ton per hektar atau kompos 5-10 ton per hektar. Pupuk kandang atau kompos dicampur merata dengan tanah pada bedengan atau lubang tanam. Selain itu, berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200-300 kg per hektar sebagai pupuk dasar, diaplikasikan 7-10 hari sebelum tanam dengan cara ditabur di sekeliling lubang tanam lalu ditutup tipis dengan tanah.

Pemupukan susulan pertama dilakukan saat tanaman berumur 30-40 hari setelah tanam (HST). Gunakan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 100-150 kg per hektar, diberikan dengan cara dikocor atau ditabur di sekitar pangkal batang. Pemupukan susulan kedua pada umur 60-70 HST menggunakan pupuk yang sama dengan dosis 100-150 kg per hektar. Jika tanah masam (pH < 5,5), tambahkan dolomit 1-2 ton per hektar pada pemupukan dasar untuk menyediakan kalsium dan magnesium serta menaikkan pH.

Pada musim kemarau, intensitas pemupukan dikurangi karena pertumbuhan tanaman melambat. Sebaliknya, di musim hujan, pastikan drainase baik agar pupuk tidak tercuci. Hindari pemupukan daun (foliar) pada gadung karena daunnya berbulu dan kurang efektif menyerap. Selalu perhatikan gejala defisiensi: daun menguning (kekurangan N), tepi daun coklat (kekurangan K), atau pertumbuhan lambat (kekurangan P). Jika perlu, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk analisis tanah yang lebih akurat.

Langkah-langkah

  1. Lakukan analisis tanah atau pH tanah; jika pH < 5,5, berikan dolomit 1-2 ton/ha pada pemupukan dasar.
  2. Berikan pupuk kandang/kompos 10-15 ton/ha sebagai pupuk dasar, dicampur merata dengan tanah 7-10 hari sebelum tanam.
  3. Taburkan NPK 15-15-15 dosis 200-300 kg/ha sebagai pupuk dasar di sekitar lubang tanam, lalu tutup tipis tanah.
  4. Lakukan pemupukan susulan pertama pada 30-40 HST dan kedua pada 60-70 HST, masing-masing 100-150 kg/ha NPK 15-15-15, dengan cara dikocor atau ditabur di sekitar pangkal batang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memupuk gadung?

Pemupukan dasar dilakukan 7-10 hari sebelum tanam, susulan pertama pada 30-40 HST, dan susulan kedua pada 60-70 HST.

Berapa dosis pupuk kandang untuk gadung per hektar?

Dosis pupuk kandang matang berkisar 10-15 ton per hektar, atau kompos 5-10 ton per hektar.

Apakah gadung perlu pupuk daun?

Tidak disarankan karena daun gadung berbulu dan kurang efektif menyerap pupuk daun. Lebih baik fokus pada pemupukan akar.

Apa akibat kelebihan pupuk nitrogen pada gadung?

Kelebihan nitrogen dapat meningkatkan kadar sianida (HCN) dalam umbi, sehingga berbahaya jika dikonsumsi tanpa pengolahan yang benar.

Bagaimana jika tanah saya masam?

Jika pH tanah < 5,5, berikan dolomit 1-2 ton per hektar pada pemupukan dasar untuk menaikkan pH dan menyediakan kalsium serta magnesium.

Apakah gadung perlu dipupuk saat musim kemarau?

Pada musim kemarau, kurangi dosis pupuk karena pertumbuhan tanaman melambat. Pastikan tanaman tetap mendapat air yang cukup.

Lebih lanjut tentang Gadung

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.