Pemupukan dasar dilakukan saat persiapan lahan dengan memberikan pupuk kandang matang sebanyak 10-15 ton per hektar atau kompos 5-10 ton per hektar. Pupuk kandang atau kompos dicampur merata dengan tanah pada bedengan atau lubang tanam. Selain itu, berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200-300 kg per hektar sebagai pupuk dasar, diaplikasikan 7-10 hari sebelum tanam dengan cara ditabur di sekeliling lubang tanam lalu ditutup tipis dengan tanah.
Pemupukan susulan pertama dilakukan saat tanaman berumur 30-40 hari setelah tanam (HST). Gunakan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 100-150 kg per hektar, diberikan dengan cara dikocor atau ditabur di sekitar pangkal batang. Pemupukan susulan kedua pada umur 60-70 HST menggunakan pupuk yang sama dengan dosis 100-150 kg per hektar. Jika tanah masam (pH < 5,5), tambahkan dolomit 1-2 ton per hektar pada pemupukan dasar untuk menyediakan kalsium dan magnesium serta menaikkan pH.
Pada musim kemarau, intensitas pemupukan dikurangi karena pertumbuhan tanaman melambat. Sebaliknya, di musim hujan, pastikan drainase baik agar pupuk tidak tercuci. Hindari pemupukan daun (foliar) pada gadung karena daunnya berbulu dan kurang efektif menyerap. Selalu perhatikan gejala defisiensi: daun menguning (kekurangan N), tepi daun coklat (kekurangan K), atau pertumbuhan lambat (kekurangan P). Jika perlu, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk analisis tanah yang lebih akurat.