Kebutuhan air ganyong tergolong sedang namun harus konsisten, terutama pada 3 bulan pertama masa pertumbuhan vegetatif. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman sebanyak 1 hingga 2 kali sehari dengan volume 2 sampai 3 liter per rumpun agar media tanam tetap lembap. Saat musim hujan tiba, hentikan penyiraman harian dan pastikan parit drainase di sekitar bedengan berfungsi baik agar air tidak menggenang.
Pemupukan susulan dan pembumbunan tanah menjadi kunci utama agar umbi ganyong tumbuh besar dan tidak menyembul ke permukaan. Berikan pupuk kandang matang atau kompos sebanyak 2 hingga 3 kg per rumpun setiap 60 hari sekali. Bersamaan dengan pemupukan, lakukan pembumbunan dengan menimbunkan tanah setinggi 10 sampai 15 cm ke pangkal rumpun untuk merangsang pembentukan umbi baru.
Pemeliharaan rutin juga mencakup pemangkasan 2 hingga 3 pelepah daun terbawah yang sudah menguning atau mengering setiap bulannya. Penyiangan gulma dalam radius 50 cm di sekeliling pangkal batang harus dilakukan setiap 3 minggu agar ganyong tidak berebut nutrisi tanah. Umbi ganyong umumnya siap dipanen setelah memasuki umur 8 hingga 10 bulan setelah tanam.