Bahan tanam bisa berasal dari umbi kecil (umbi bibit) seberat 50-100 gram atau stek batang sepanjang 20-30 cm yang memiliki 3-4 ruas. Rendam umbi dalam air hangat (50°C) selama 10 menit untuk mematahkan dormansi. Tanam umbi dengan posisi tunas menghadap ke atas pada lubang tanam sedalam 10 cm, jarak tanam 50x75 cm. Untuk stek batang, tanam miring dengan 2 ruas di dalam tanah. Sediakan ajir atau lanjaran setinggi 2-2,5 m saat tanaman mulai merambat (umur 2-3 minggu).
Perawatan meliputi penyiraman setiap hari pada musim kemarau, pemupukan susulan dengan pupuk kandang 1 kg/tanaman setiap 3 bulan, dan pembersihan gulma rutin. Hama utama adalah kumbang daun (Aspidomorpha) yang dapat dikendalikan dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun nimba. Penyakit yang sering muncul adalah busuk umbi akibat jamur Fusarium, dicegah dengan drainase baik dan rotasi tanaman. Pangkas daun yang terlalu lebat agar sirkulasi udara lancar.
Panen ubi wilis dilakukan setelah tanaman menguning dan merambat kering, sekitar 8-10 bulan setelah tanam. Ciri siap panen: batang mulai mengering, daun rontok, dan kulit umbi mengeras. Gali umbi hati-hati dengan garpu atau cangkul, jangan sampai terluka. Hasil panen rata-rata 2-5 kg per tanaman. Simpan umbi di tempat kering dan teduh, bisa bertahan 2-3 bulan. Umbi besar bisa dikonsumsi, umbi kecil disimpan sebagai bibit untuk musim tanam berikutnya.