Serangan busuk batang dan umbi yang disebabkan oleh jamur Sclerotium rolfsii atau Fusarium sp. menjadi musuh utama saat curah hujan tinggi. Kelembapan tanah yang melebihi 80 persen akibat drainase buruk membuat batang semu porang menjadi lembek, kecokelatan di pangkal, lalu daunnya berubah kuning pucat secara mendadak. Untuk mengantisipasi hal ini, petani disarankan membuat gulungan atau bedengan setinggi 30 hingga 40 cm agar air hujan langsung mengalir lancar dan tidak menggenang di area perakaran.
Penyebab lain daun porang menguning adalah defisiensi unsur hara makro, khususnya Nitrogen dan Kalium, serta derajat keasaman tanah (pH) di bawah 5,5. Pemberian pupuk kompos matang sebanyak 500 gram hingga 1 kilogram per lubang tanam saat awal tanam sangat penting untuk menjaga ketersediaan hara. Jika pH tanah terlalu asam, aplikasi kapur pertanian sebanyak 1 hingga 2 ton per hektar sebelum tanam wajib dilakukan agar penyerapan hara oleh akar berjalan optimal dan daun tetap hijau segar.
Langkah pengendalian harus dilakukan secara terpadu melalui pengamatan kebun setiap 3 hingga 5 hari sekali. Tanaman yang terindikasi terserang jamur ganas harus segera dicabut dan dimusnahkan jauh dari area kebun agar spora tidak menyebar melalui aliran air. Setelah sanitasi, lahan dapat ditaburi agen hayati pengurai tanah atau diberikan perlakuan fungisida sesuai anjuran petugas lapangan untuk menjaga produktivitas umbi dan katak porang secara berkelanjutan.