Penyakit Ubi Wilis (Dioscorea alata): Gejala & Cara Mengobati

Kenali gejala penyakit ubi wilis dan cara mengobatinya dengan praktik budidaya yang tepat.

Jawaban singkat

Ubi wilis (Dioscorea alata) atau uwi ungu rentan terhadap beberapa penyakit yang dapat menurunkan hasil panen. Penyakit yang umum menyerang antara lain busuk umbi (bacterial soft rot), antraknosa, dan penyakit daun bercak. Gejala awal sering terlihat pada daun atau umbi. Pada musim hujan, kelembaban tinggi mempercepat penyebaran penyakit. Petani perlu waspada dan melakukan tindakan pencegahan sejak awal.

Ringkas: Ubi Wilis

Cahaya
Cahaya penuh (minimal 6 jam matahari langsung per hari)
Penyiraman
Siram setiap hari saat kemarau, kurangi saat hujan
Musim
Tanam awal musim hujan, panen 8-10 bulan setelah tanam
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tahan terhadap kekeringan setelah akar kuat, tetapi hasil optimal dengan penyiraman teratur

Penyakit busuk umbi (bacterial soft rot) disebabkan oleh bakteri Erwinia carotovora. Ciri-cirinya: umbi menjadi lunak, basah, berbau busuk, dan mengeluarkan cairan keruh. Penyakit ini biasanya masuk melalui luka pada umbi saat panen atau penyimpanan. Untuk mencegah, hindari melukai umbi saat panen, dan simpan umbi di tempat kering dan berventilasi baik. Jika ditemukan umbi busuk, segera pisahkan dan musnahkan.

Penyakit antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides) menyerang daun, batang, dan umbi. Gejala pada daun berupa bercak coklat kehitaman dengan tepi kuning, yang meluas dan menyebabkan daun gugur. Pada batang, muncul bercak memanjang berwarna hitam. Penyakit ini menyebar melalui percikan air hujan atau alat pertanian. Pengendalian dilakukan dengan memotong bagian tanaman yang sakit, sanitasi lahan, dan menggunakan varietas tahan.

Penyakit bercak daun (Cercospora spp.) ditandai bercak bulat kecil berwarna abu-abu dengan pinggiran coklat. Bercak dapat bergabung dan menyebabkan daun mengering. Penyakit ini berkembang pada kelembaban tinggi. Pengendalian dengan menjaga jarak tanam agar sirkulasi udara baik, rotasi tanaman, dan aplikasi fungisida nabati seperti ekstrak bawang putih atau serai. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi fungisida kimia yang sesuai.

Penyebab & Cara Mengatasi

Busuk umbi bakteri (bacterial soft rot)

Ciri: Umbi lunak, basah, berbau busuk, keluar cairan keruh. Biasanya muncul setelah panen atau penyimpanan.

Solusi: Panen hati-hati, hindari luka. Simpan di tempat kering dan berventilasi. Pisahkan umbi busuk segera.

Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides)

Ciri: Bercak coklat kehitaman pada daun dengan tepi kuning, bercak memanjang hitam pada batang, daun gugur.

Solusi: Pangkas bagian sakit. Sanitasi lahan. Gunakan varietas tahan. Aplikasi fungisida nabati.

Bercak daun (Cercospora spp.)

Ciri: Bercak bulat kecil abu-abu dengan pinggiran coklat, daun mengering dan rontok.

Solusi: Atur jarak tanam. Rotasi tanaman. Gunakan fungisida nabati. Konsultasi dengan penyuluh jika parah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab utama busuk umbi pada ubi wilis?

Bakteri Erwinia carotovora yang masuk melalui luka saat panen atau penyimpanan.

Apakah antraknosa bisa menular ke tanaman lain?

Ya, antraknosa dapat menyerang berbagai tanaman inang seperti cabai dan tomat. Lakukan isolasi area.

Bagaimana cara mencegah penyakit bercak daun?

Jaga jarak tanam, lakukan rotasi tanaman, dan gunakan mulsa untuk mengurangi percikan air.

Apakah ubi wilis yang terserang busuk umbi masih bisa dimakan?

Tidak, umbi yang busuk mengandung bakteri berbahaya. Buang dan jangan dikonsumsi.

Kapan waktu terbaik untuk mengaplikasikan fungisida nabati?

Saat awal musim hujan atau segera setelah gejala pertama muncul, ulangi setiap 7-10 hari.

Apakah varietas ubi wilis ada yang tahan penyakit?

Beberapa varietas lokal seperti 'Uwi Ungu' dan 'Uwi Putih' memiliki ketahanan lebih baik. Tanyakan ke BPP setempat.

Lebih lanjut tentang Ubi Wilis

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.