Dua jenis ulat yang paling sering menyerang daun porang adalah ulat tanduk dan ulat grayak. Dalam kurun waktu 3 hingga 5 hari, sekelompok ulat grayak dapat menghabisi hingga 80 persen helai daun pada populasi 10.000 rumpun per hektar jika tidak segera ditangani secara manual atau biologi.
Di dalam tanah, gangguan nematoda purut akar dan rayap menjadi ancaman serius terutama saat memasuki musim kemarau pada bulan Mei hingga Agustus. Infeksi nematoda memicu timbulnya benjolan abnormal pada umbi yang menurunkan bobot panen hingga 40 persen serta merusak nilai jual di pasaran.
Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan menjaga sanitasi lahan, pemangkasan gulma berkala setiap 2 minggu, serta penggunaan agens hayati menjadi kunci utama keberhasilan panen porang. Selalu konsultasikan pemilihan bahan pengendali kimia dengan petugas penyuluh lapangan agar sesuai standar teknis.