Panduan Pemupukan Porang yang Tepat untuk Hasil Umbi Maksimal

Pemupukan porang yang tepat dengan kombinasi pupuk organik dan anorganik secara berkala adalah kunci utama menghasilkan umbi porang berbobot tinggi dan bebas pembusukan.

Jawaban singkat

Pengolahan tanah awal sebelum masuk musim hujan pada bulan September atau Oktober membutuhkan pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang matang sebanyak 10 hingga 15 ton per hektar atau sekitar 0,5 sampai 1 kilogram per lubang tanam. Penambahan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 1 hingga 2 ton per hektar juga sangat disarankan apabila pH tanah di bawah 6, guna mengoptimalkan penyerapan nutrisi oleh akar porang.

Ringkas: Porang

Cahaya
Naungan sedang (40-50% intensitas cahaya)
Penyiraman
Cukup saat fase vegetatif, kering saat dormansi
Musim
Awal musim hujan (Oktober-November)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Tanaman mengalami masa tidur (dormansi) saat musim kemarau dan batang akan rebah secara alami.

Fase vegetatif pertama yang dimulai saat pertumbuhan tunas di awal musim hujan pada bulan November atau Desember memerlukan asupan pupuk tinggi nitrogen dan fosfor untuk merangsang pembentukan batang majemuk serta akar yang kuat. Aplikasi pupuk lanjutan pertama dilakukan saat tanaman berumur 30 hari setelah tunas muncul, ditaburkan secara melingkar sejauh 10 hingga 15 cm dari pangkal batang.

Memasuki fase pembesaran umbi dan pembentukan bulbil atau katak pada pertengahan musim hujan di bulan Januari atau Februari, tanaman porang membutuhkan unsur kalium yang tinggi. Pemberian pupuk kaya kalium dilakukan pada umur 90 hari setelah tanam dengan frekuensi satu kali, guna memperkuat struktur jaringan tanaman serta mendongkrak bobot dan kandungan glukomanan pada umbi.

Menjelang musim kemarau pada bulan April atau Mei, tanaman porang akan memasuki fase dormansi ditandai dengan daun yang menguning lalu rebah ke tanah. Pada periode ini, seluruh aktivitas pemupukan harus dihentikan sepenuhnya agar umbi tidak membusuk di dalam tanah, dan fokus kegiatan beralih pada pembersihan gulma serta menjaga saluran drainase agar tidak ada air sisa hujan yang tergenang.

Langkah-langkah

  1. Aplikasikan pupuk kandang matang atau kompostan dan dolomit ke dalam lubang tanam 2 hingga 4 minggu sebelum bibit ditanam.
  2. Lakukan pemupukan susulan pertama saat tunas porang berumur 30 hari setelah tumbuh menggunakan pupuk kaya nitrogen dan fosfor.
  3. Berikan pemupukan susulan kedua pada umur 90 hari setelah tumbuh dengan pupuk berunsur kalium tinggi untuk pembesaran umbi.
  4. Lakukan pembumbunan tanah di sekeliling rumpun tanaman segera setelah pemupukan agar pupuk tertutup rapi dan tidak hanyut terbawa air hujan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu paling tepat memberikan pupuk dasar pada tanaman porang?

Pupuk dasar diberikan saat pengolahan lahan sekitar 2 sampai 4 minggu sebelum bibit ditanam di awal musim hujan.

Apakah tanaman porang bisa tumbuh maksimal hanya dengan pupuk organik?

Pupuk organik sangat baik untuk memperbaiki struktur tanah, namun kombinasi dengan pupuk anorganik berimbang tetap diperlukan untuk mencapai bobot umbi yang maksimal.

Pupuk apa yang paling berperan untuk memperbesar katak atau bulbil porang?

Pupuk dengan kandungan Kalium dan Fosfor yang tinggi sangat efektif merangsang pembentukan dan pembesaran katak porang.

Mengapa pemupukan harus dihentikan saat porang mulai dormansi?

Saat dormansi tanaman berhenti menyerap hara, sehingga pemberian pupuk justru terbuang sia-sia dan memicu pembusukan umbi di dalam tanah.

Lebih lanjut tentang Porang

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.