Fase vegetatif pertama yang dimulai saat pertumbuhan tunas di awal musim hujan pada bulan November atau Desember memerlukan asupan pupuk tinggi nitrogen dan fosfor untuk merangsang pembentukan batang majemuk serta akar yang kuat. Aplikasi pupuk lanjutan pertama dilakukan saat tanaman berumur 30 hari setelah tunas muncul, ditaburkan secara melingkar sejauh 10 hingga 15 cm dari pangkal batang.
Memasuki fase pembesaran umbi dan pembentukan bulbil atau katak pada pertengahan musim hujan di bulan Januari atau Februari, tanaman porang membutuhkan unsur kalium yang tinggi. Pemberian pupuk kaya kalium dilakukan pada umur 90 hari setelah tanam dengan frekuensi satu kali, guna memperkuat struktur jaringan tanaman serta mendongkrak bobot dan kandungan glukomanan pada umbi.
Menjelang musim kemarau pada bulan April atau Mei, tanaman porang akan memasuki fase dormansi ditandai dengan daun yang menguning lalu rebah ke tanah. Pada periode ini, seluruh aktivitas pemupukan harus dihentikan sepenuhnya agar umbi tidak membusuk di dalam tanah, dan fokus kegiatan beralih pada pembersihan gulma serta menjaga saluran drainase agar tidak ada air sisa hujan yang tergenang.