Memasuki usia produktif 4 tahun ke atas, pola pemupukan bergeser dari fokus vegetatif ke generatif. Saat memasuki masa peralihan ke musim kemarau, kurangi porsi nitrogen dan tingkatkan unsur fosfor serta kalium untuk merangsang pembungaan. Pemberian kompos atau pupuk hayati sebanyak 20 sampai 30 kg per pohon disebar di parit melingkar sejauh 1 hingga 1,5 meter dari batang utama setiap awal musim hujan.
Pada fase pembentukan buah, pemupukan kalium tinggi sangat krusial agar daging buah matoa tebal, manis, dan tidak mudah rontok. Berikan pupuk pendukung pembentukan buah sebanyak 300 sampai 500 gram per pohon pada saat bunga selesai mekar dan membentuk pentil buah. Penyiraman yang cukup sebanyak 20 sampai 30 liter per pohon setiap 2 hari sekali selama musim kemarau menyertainya agar nutrisi terserap optimal.
Untuk perawatan tanah dan pemupukan tambahan, aplikasi pupuk organik cair (POC) dapat disemprotkan ke daun setiap 2 sampai 4 minggu sekali pada pagi hari pukul 06.00 sampai 09.00. Penambahan kapur pertanian sebanyak 1 sampai 2 kg per pohon disebar 1 tahun sekali jika pH tanah di bawah 5,5 untuk menjaga ketersediaan hara mikro di dalam tanah tropis Indonesia.