Persiapan lahan dimulai dengan membuat lubang tanam berukuran 60x60x60 cm sekitar 2 hingga 4 minggu sebelum penanaman. Campurkan tanah galian bagian atas dengan 10 hingga 15 kg pupuk kandang matang dan 200 gram dolomit jika kondisi tanah cenderung asam. Penanaman bibit paling ideal dilakukan pada awal musim hujan agar sistem perakaran muda mendapat pasokan air yang cukup tanpa berisiko mengering.
Perawatan harian tanaman matoa muda fokus pada pemenuhan kebutuhan air dan nutrisi tanah secara konsisten. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman sebanyak 1 hingga 2 kali sehari, terutama pada tanaman berumur di bawah 1 tahun. Pemupukan rutin dilakukan setiap 3 bulan sekali menggunakan pupuk NPK berimbang sebanyak 100 gram per pohon pada tahun pertama, serta penambahan pupuk organik sebanyak 20 kg per pohon setiap awal dan akhir musim hujan.
Pemangkasan tajuk dipraktikkan sejak tanaman berumur 1 tahun pada ketinggian 1,5 meter untuk merangsang pembentukan cabang primer dan sekunder yang produktif. Pohon matoa secara alami akan mulai berbunga pada akhir musim kemarau antara bulan Juli hingga September, dan buah siap dipanen sekitar 3 hingga 4 bulan kemudian pada pertengahan musim hujan saat kulit buah berubah warna menjadi merah tua kekuningan.