Penyakit Matoa: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Mengenali gejala penyakit matoa sejak dini serta langkah pengendalian jamur dan bakteri secara tepat merupakan kunci utama menjaga produktivitas buah tetap optimal.

Jawaban singkat

Pohon matoa (Pometia pinnata) dikenal memiliki daya tahan tinggi, namun kelembapan udara yang tinggi pada puncak musim hujan antara bulan November hingga Maret sering memicu serangan penyakit akibat jamur dan bakteri. Penyakit utama yang sering menyerang tanaman matoa meliputi antraknosa pada buah, bercak daun jamur, dan embun jelut pada permukaan tajuk. Tanaman yang ditanam terlalu rapat tanpa pemangkasan rutin akan memerangkap kelembapan di atas 80 persen, sehingga spora patogen berkembang pesat dalam waktu 3 hingga 5 hari.

Ringkas: Matoa

Cahaya
Sinar matahari penuh (8 sampai 10 jam sehari)
Penyiraman
Sedang, siram 1-2 kali sehari saat musim kemarau
Musim
Panen utama pada November hingga Januari
Tingkat Kesulitan
Sedang

Pohon dapat tumbuh sangat besar sehingga memerlukan area tanam yang luas dan bebas dari bangunan.

Penyakit antraknosa disebabkan oleh cendawan Colletotrichum yang menyerang pentil buah serta daun muda matoa. Gejalanya ditandai dengan munculnya bintik cokelat kehitaman berdiameter 2 hingga 5 milimeter yang meluas membentuk lingkaran cekung hingga buah membusuk dan gugur sebelum matang. Untuk menekan infeksi ini, petani perlu mengatur jarak tanam ideal minimal 8x8 meter serta melakukan pemangkasan pemeliharaan setiap 6 bulan sekali guna membuka sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari langsung.

Penyakit embun jelut kerap menyelimuti daun matoa dengan lapisan hitam seperti jelaga kuali, yang sebenarnya disebabkan oleh sekresi embun madu dari kutu daun atau kutu kebul. Meskipun jamur jelut tidak menginfeksi jaringan dalam secara langsung, lapisan tebal ini menghalangi fotosintesis hingga 60 persen dan menghambat pembentukan bunga. Pengendalian dilakukan dengan membasmi hama perantara menggunakan semprotan minyak nabati atau sabun kalium secara berkala seminggu sekali hingga populasi hama terkendali.

Sanitasi lahan dan pemupukan seimbang menjadi benteng pertahanan terbaik dalam mengatasi penyakit matoa di area perkebunan. Bersihkan gulma serta daun gugur terinfeksi dari bawah tajuk pohon seluas radius 2 meter, lalu musnahkan dengan cara ditimbun atau dibakar terbatas. Berikan kombinasi pupuk kandang matang sebanyak 15 hingga 20 kilogram per pohon ditambah pupuk hayati berbasis Trichoderma sp. setiap awal musim hujan untuk memperkuat perakaran dan menekan perkembangan patogen tular tanah.

Penyebab & Cara Mengatasi

Antraknosa (Colletotrichum sp.)

Ciri: Bercak cokelat kehitaman cekung pada buah muda dan daun, membuat buah membusuk serta gugur sebelum matang.

Solusi: Pangkas bagian terinfeksi, jaga sirkulasi udara tajuk, dan aplikasikan agen hayati Trichoderma atau fungisida tembaga.

Bercak Daun Jamur (Cercospora sp.)

Ciri: Bintik-bintik kuning hingga cokelat kemerahan bertepi gelap pada permukaan daun tua yang memicu kekeringan daun.

Solusi: Kumpulkan daun gugur terinfeksi lalu bakar, kurangi kelembapan tajuk, dan semprot fungisida hayati secara teratur.

Embun Jelut (Capnodium sp.)

Ciri: Lapisan serbuk hitam mirip jelaga yang menutupi permukaan daun dan ranting, dibarengi keberadaan kutu daun.

Solusi: Kendalikan hama penghasil embun madu dengan semprotan minyak nabati atau pembersih hayati dan pangkas ranting yang terlalu rapat.

Langkah-langkah

  1. Lakukan sanitasi kebun dengan mengumpulkan dan memusnahkan seluruh sisa daun, ranting, dan buah matoa yang terinfeksi dari sekitar piringan pohon.
  2. Pangkas cabang-cabang yang saling bersilangan, tunas air, dan bagian yang tertutup rapat untuk meningkatkan penetrasi sinar matahari hingga 70 persen ke dalam kanopi.
  3. Semprotkan agen hayati berbasis Trichoderma sp. atau Gliocladium sp. pada area piringan dan tajuk tanaman setiap 2 minggu sekali saat awal musim hujan.
  4. Jika serangan jamur atau hama perantara persisten, aplikasikan pestisida atau fungisida yang direkomendasikan sesuai instruksi label setelah berkonsultasi dengan BPP setempat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab daun matoa berwarna hitam jelaga?

Warna hitam jelaga disebabkan oleh jamur embun jelut yang tumbuh pada cairan embun madu dari serangga seperti kutu daun atau kutu kebul.

Mengapa buah matoa sering busuk sebelum dipanen?

Hal tersebut umumnya disebabkan oleh serangan jamur antraknosa yang memicu pembusukan, terutama jika kelembapan udara tinggi dan tajuk pohon terlalu rimbun.

Apakah pohon matoa perlu dipangkas secara rutin?

Ya, pemangkasan rutin setiap 6 bulan sekali sangat penting untuk menjaga sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari guna mencegah penyakit jamur.

Bagaimana cara alami mengatasi penyakit jamur pada matoa?

Gunakan jamur antagonis seperti Trichoderma sp. yang diaplikasikan ke tanah serta pangkas bagian tanaman yang sakit secara teratur.

Kapan waktu paling rentan matoa terserang penyakit?

Musim hujan (November hingga Maret) adalah periode paling rentan karena kelembapan udara tinggi mempercepat penyebaran spora jamur.

Lebih lanjut tentang Matoa

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.