Pengairan menjadi kunci penting pertumbuhan tajuk yang rimbun. Pada musim kemarau antara bulan Mei hingga September, siram pohon muda sebanyak 15 sampai 20 liter air per pohon setiap 2 hari sekali, sedangkan pada pohon dewasa yang sudah berumur di atas 3 tahun, pemangkasan pemeliharaan dilakukan setiap 6 bulan untuk membuang tunas air dan cabang yang saling bersilangan.
Memasuki fase generatif saat pohon berumur 3 sampai 4 tahun, kebutuhan hara fosfor dan kalium meningkat pesat menjelang pembungaan di bulan Agustus hingga Oktober. Pembumbunan tanah di sekitar piringan tajuk seluas radius 1 hingga 1,5 meter dari pangkal batang utama membantu aerasi akar dan memaksimalkan penyerapan hara mikro maupun makro.
Pengendalian gulma di sekitar perakaran harus dilakukan secara berkala setiap 3 minggu sekali dengan cara menyiangi rumput liar secara manual. Sanitasi kebun dari guguran daun tua dan sisa pangkasan mencegah penumpukan kelembapan berlebih yang berpotensi memicu serangan jamur jelutung atau penggerek buah matoa saat puncak musim hujan di bulan Desember hingga Februari.