Cara Merawat Matoa Agar Subur dan Rajin Berbuah

Perawatan tanaman matoa agar tumbuh subur dan cepat berbuah membutuhkan pemupukan rutin, pemangkasan bentuk, serta pengaturan pengairan yang tepat sesuai siklus musim di Indonesia.

Jawaban singkat

Matoa (Pometia pinnata) merupakan tanaman buah khas Papua yang kini populer ditanam di berbagai wilayah Indonesia. Untuk memastikan pohon matoa tumbuh subur sejak fase vegetatif, pemberian pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 10 hingga 15 kilogram per pohon wajib dilakukan setiap 4 bulan sekali pada awal dan akhir musim hujan.

Ringkas: Matoa

Cahaya
Sinar matahari penuh (8 sampai 10 jam sehari)
Penyiraman
Sedang, siram 1-2 kali sehari saat musim kemarau
Musim
Panen utama pada November hingga Januari
Tingkat Kesulitan
Sedang

Pohon dapat tumbuh sangat besar sehingga memerlukan area tanam yang luas dan bebas dari bangunan.

Pengairan menjadi kunci penting pertumbuhan tajuk yang rimbun. Pada musim kemarau antara bulan Mei hingga September, siram pohon muda sebanyak 15 sampai 20 liter air per pohon setiap 2 hari sekali, sedangkan pada pohon dewasa yang sudah berumur di atas 3 tahun, pemangkasan pemeliharaan dilakukan setiap 6 bulan untuk membuang tunas air dan cabang yang saling bersilangan.

Memasuki fase generatif saat pohon berumur 3 sampai 4 tahun, kebutuhan hara fosfor dan kalium meningkat pesat menjelang pembungaan di bulan Agustus hingga Oktober. Pembumbunan tanah di sekitar piringan tajuk seluas radius 1 hingga 1,5 meter dari pangkal batang utama membantu aerasi akar dan memaksimalkan penyerapan hara mikro maupun makro.

Pengendalian gulma di sekitar perakaran harus dilakukan secara berkala setiap 3 minggu sekali dengan cara menyiangi rumput liar secara manual. Sanitasi kebun dari guguran daun tua dan sisa pangkasan mencegah penumpukan kelembapan berlebih yang berpotensi memicu serangan jamur jelutung atau penggerek buah matoa saat puncak musim hujan di bulan Desember hingga Februari.

Langkah-langkah

  1. Pembersihan piringan: Bersihkan area tanah berdiameter 1,5 meter di sekeliling batang utama dari gulma dan rumput liar setiap 3 minggu sekali.
  2. Pemupukan berkala: Aplikasikan pupuk kandang matang sebanyak 10 hingga 15 kg per pohon setiap 4 bulan sekali pada parit melingkar di bawah tajuk.
  3. Pemangkasan tajuk: Pangkas tunas air, cabang kering, dan cabang yang tumbuh ke dalam setiap 6 bulan sekali untuk mengoptimalkan sirkulasi udara dan cahaya matahari.
  4. Pengaturan irigasi: Berikan air 15 hingga 20 liter per pohon tiap 2 hari pada musim kemarau, serta pastikan saluran drainase lancar saat musim hujan agar akar tidak tergenang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama pohon matoa dari biji bisa mulai berbuah?

Tanaman matoa yang ditanam dari biji biasanya mulai belajar berbuah pada umur 4 hingga 5 tahun jika mendapatkan pemupukan dan perawatan yang konsisten.

Kapan waktu terbaik untuk melakukan pemangkasan pohon matoa?

Pemangkasan paling ideal dilakukan pada awal musim hujan atau sesaat setelah masa panen selesai agar merangsang pertumbuhan tunas baru yang sehat.

Mengapa bunga matoa sering rontok sebelum menjadi calon buah?

Kerontokan bunga umumnya disebabkan oleh stres kekeringan pada musim kemarau, kelebihan pupuk nitrogen, atau serangan hama trips saat fase pembungaan.

Apakah tanaman matoa bisa ditanam dalam pot atau tabulampot?

Matoa dapat ditanam dalam pot berdiameter minimal 60 cm, namun pertumbuhan dan jumlah buahnya akan jauh lebih maksimal jika ditanam langsung di lahan terbuka.

Lebih lanjut tentang Matoa

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.