Panduan Lengkap Waktu dan Cara Panen Matoa yang Tepat

Panen matoa sebaiknya dilakukan saat kulit buah berubah warna menjadi merah keunguan atau kuning kemerahan dengan tingkat kematangan sekitar 85-90 persen agar rasa manis beraroma khas terkonfirmasi sempurna.

Jawaban singkat

Pometia pinnata atau matoa adalah tanaman buah khas Papua yang kini telah banyak dibudidayakan secara nasional di berbagai daerah Indonesia. Buah matoa umumnya mulai belajar berbuah pada umur 3 hingga 5 tahun setelah tanam dari bibit okulasi, atau 6 hingga 8 tahun jika ditanam dari biji. Di Indonesia, musim berbunga matoa biasanya terjadi antara bulan Juli hingga Oktober, sehingga puncak panen matoa berlangsung sekitar bulan November hingga Februari, bertepatan dengan pertengahan hingga akhir musim hujan.

Ringkas: Matoa

Cahaya
Sinar matahari penuh (8 sampai 10 jam sehari)
Penyiraman
Sedang, siram 1-2 kali sehari saat musim kemarau
Musim
Panen utama pada November hingga Januari
Tingkat Kesulitan
Sedang

Pohon dapat tumbuh sangat besar sehingga memerlukan area tanam yang luas dan bebas dari bangunan.

Menentukan waktu panen matoa yang tepat sangat krusial karena matoa termasuk buah non-klimakterik yang tidak akan mematang sempurna jika dipetik terlalu dini. Ciri fisik matoa siap panen adalah perubahan warna kulit dari hijau muda menjadi merah keunguan atau kuning kemerahan setelah 90 hingga 120 hari sejak bunga mekar. Tekstur kulit buah akan sedikit melunak saat ditekan perlahan, dan aroma khas perpaduan durian, lengkeng, serta rambutan mulai tercium jelas dari jarak dekat.

Teknik pemanenan matoa wajib menggunakan alat bantu seperti gunting pangkas atau pisau tajam dengan memotong tangkai tandan buah secara utuh, bukan dipetik satu per satu atau digoyangkan dari pohon. Pohon matoa yang dapat mencapai tinggi 10 hingga 20 meter memerlukan tangga yang kokoh atau galah berkantong jaring agar buah tidak jatuh dan memar terbentur tanah. Pemanenan ideal dilakukan pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga 10.00 WIB untuk menekan tingkat respirasi buah dan menjaga kesegaran pascapanen.

Pascapanen, buah matoa segar perlu disortir berdasarkan ukuran dan keutuhan kulit, lalu disimpan pada suhu ruang yang sejuk antara 20 hingga 25 derajat Celsius dengan sirkulasi udara yang baik. Buah matoa segar dapat bertahan selama 3 hingga 5 hari pada suhu ruang, dan daya simpannya dapat diperpanjang hingga 10 hingga 14 hari jika disimpan di dalam lemari pendingin pada suhu 8 hingga 10 derajat Celsius. Hindari menumpuk buah lebih dari 3 lapis dalam satu keranjang panen agar lapisan buah paling bawah tidak memar atau pecah.

Langkah-langkah

  1. Amati perubahan warna kulit buah matoa di pohon dan pastikan umur buah sudah mencapai 90 hingga 120 hari sejak mekar bunga.
  2. Siapkan peralatan panen steril seperti gunting pangkas tandan, galah pemotong berkantong jaring, serta wadah penampung bersirkulasi udara yang dilapisi kain atau daun.
  3. Potong tangkai utama tandan buah menggunakan gunting tajam atau galah pangkas secara hati-hati pada pagi hari sebelum terik matahari.
  4. Turunkan tandan buah secara perlahan ke dalam keranjang penampung tanpa melempar atau menjatuhkannya ke permukaan tanah.
  5. Lakukan sortir buah untuk memisahkan buah yang memar atau rusak, lalu bersihkan dari kotoran sebelum disimpan atau didistribusikan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama waktu dari bunga mekar hingga buah matoa siap dipanen?

Dari waktu bunga mekar penuh, buah matoa membutuhkan waktu sekitar 90 hingga 120 hari untuk matang dan siap dipanen.

Apakah buah matoa dapat diperam jika dipetik saat masih mentah?

Tidak, matoa adalah buah non-klimakterik sehingga tidak akan bertambah manis atau matang sempurna jika dipetik sebelum waktunya.

Kapan puncak musim panen matoa di Indonesia?

Puncak panen raya matoa umumnya berlangsung dari bulan November hingga Februari, bertepatan dengan musim hujan.

Bagaimana cara menyimpan buah matoa agar tahan lebih lama?

Simpan buah matoa dalam wadah bersirkulasi udara di lemari pendingin dengan suhu 8 hingga 10 derajat Celsius agar bertahan hingga 2 minggu.

Mengapa pemanenan matoa sebaiknya dilakukan pada pagi hari?

Pemanenan pagi hari dilakukan saat suhu udara masih rendah sehingga tingkat respirasi buah minimal dan kesegaran buah bertahan lebih lama.

Lebih lanjut tentang Matoa

Panduan terkait

Panen, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.