Menentukan tingkat kematangan buah buni memerlukan ketelitian tinggi karena warna buah dalam satu tandan tidak selalu seragam. Buah yang masih muda berwarna hijau muda, kemudian berubah menjadi kuning, merah keemasan, merah tua, dan akhirnya menjadi ungu tua kehitaman saat matang sempurna. Buah yang dipanen pada tahap warna ungu kehitaman memiliki kadar gula tertinggi dengan rasa manis bercampur asam segar yang seimbang, sedangkan buah berwarna merah masih terasa sangat asam dan sepah.
Teknik pemanenan buah buni tidak boleh dilakukan dengan cara merontokkan atau menarik buah satu per satu karena kulit buah buni sangat tipis dan mudah pecah. Gunakan gunting pangkas buah yang tajam untuk memotong tangkai utama tandan buah sekitar 1 hingga 2 centimeter dari pangkal cabang. Lakukan pemanenan pada pagi hari antara pukul 06.00 hingga 09.00 WIB untuk menekan tingkat respirasi buah dan menjaga kesegaran kandungan air di dalam bulir buni.
Setelah proses pemetikan selesai, penanganan pascapanen harus dilakukan dengan lembut untuk mencegah kerusakan mekanis. Letakkan tandan buah buni di dalam wadah datar bertingkat rendah yang dilapisi kain bersih atau daun pisang, dengan tumpukan maksimal setinggi 10 centimeter agar buah di bagian bawah tidak pecah. Buah buni segar dapat bertahan 2 hingga 3 hari pada suhu ruang, atau hingga 10 hingga 14 hari jika disimpan dalam wadah tertutup pada suhu pendingin 4 hingga 8 derajat Celsius.