Ciri fisik utama cempedak yang sudah siap panen ditandai dengan perubahan warna kulit dari hijau tua menjadi hijau kekuningan atau cokelat keemasan, serta duri halus pada permukaan kulit yang mulai melebar, tumpul, dan melunak saat ditekan pelan. Selain perubahan visual tersebut, aroma wangi khas cempedak yang tajam akan mulai tercium dari jarak 1 hingga 2 meter dari pohon, menandakan bahwa kandungan gula dan senyawa aromatik di dalam daging buah telah mencapai tingkat optimal.
Frekuensi pemantauan kebun sebaiknya ditingkatkan menjadi 2 hingga 3 kali seminggu menjelang musim panen untuk memastikan pemetikan dilakukan pada waktu pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIB saat suhu udara sejuk dan aliran getah tanaman relatif stabil. Sangat dianjurkan untuk menghindari aktivitas pemanenan saat kondisi hujan deras atau segera setelah hujan turun karena kelembapan tinggi pada bekas potongan tangkai dapat mempercepat infeksi jamur pembusuk serta merusak daya simpan buah.
Pada pohon cempedak dewasa berusia di atas 5 tahun yang produktif, pemetikan buah dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu 3 hingga 4 minggu karena tingkat kematangan setiap tandan buah tidak terjadi secara bersamaan. Penggunaan alat bantu seperti tangguk berjarring atau tali penurun sangat disarankan saat memotong tangkai buah sepanjang 3 hingga 5 cm agar buah cempedak tidak jatuh membentur tanah yang dapat memicu keretakan kulit dan pembusukan daging buah bagian dalam.