Fase vegetatif awal yang berlangsung pada bulan pertama hingga keempat pasca tanam membutuhkan porsi nitrogen dan fosfat yang tinggi untuk merangsang pertumbuhan batang semu yang kokoh serta sistem perakaran yang luas. Berikan pupuk organik matang sebanyak 15 hingga 20 kilogram per rumpun setiap enam bulan sekali, dikombinasikan dengan pupuk anorganik kaya nitrogen setiap dua bulan sekali dengan takaran sesuai rekomendasi setempat. Pastikan penyiangan gulma dilakukan sebelum pemupukan agar nutrisi tidak direbut oleh rumput liar.
Memasuki fase generatif atau pembungaan pada bulan kelima hingga ketujuh, tanaman pisang sangat membutuhkan unsur kalium dalam jumlah besar untuk mempercepat pembentukan jantung pisang dan pengisian buah. Kurangi porsi nitrogen dan perbanyak aplikasi unsur kalium di sekitar piringan akar dengan cara dibenamkan sedalam 10 sentimeter agar tidak menguap. Frekuensi pemupukan kalium ini dapat diulang setiap bulan hingga menjelang buah tua untuk menjamin ukuran buah yang seragam dan bernas.
Pemeliharaan pasca pemupukan sangat menentukan efisiensi penyerapan hara oleh tanaman pisang di lahan Anda. Lakukan pembubunan tanah di sekitar pangkal rumpun setiap tiga bulan sekali untuk mencegah rebah akibat beban tandan yang berat serta menjaga kelembaban tanah. Selalu konsultasikan dengan petugas penyuluh pertanian lapangan atau Balai Penyuluhan Pertanian setempat untuk mendapatkan panduan penyesuaian takaran pupuk kimia yang paling akurat berdasarkan kondisi hara tanah di daerah Anda.